Kompas.com - 09/10/2019, 18:05 WIB

KOMPAS.comPolusi udara berdampak cukup signifikan terhadap kesehatan. Selain berpengaruh langsung terhadap sistem pernafasan, polusi udara diketahui bisa masuk lewat plasenta janin sehingga sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Baca juga: Penelitian Membuktikan, Polusi Udara Bisa Menembus Plasenta

Tak hanya itu, penelitian terbaru membuktikan bahwa polusi udara juga menyebabkan kebotakan rambut. Ini berdasarkan penelitian pada partikel debu dan polusi yang terdapat pada kulit kepala manusia.

Mengutip The Independent, Rabu (9/10/2019), beberapa jenis zat polutan terbukti mengurangi empat jenis protein yang bertugas menyuburkan dan menumbuhkan rambut.

Penelitian yang sama membuktikan bahwa efeknya bertambah apabila kita terpapar lebih banyak polusi udara. Terutama bagi orang yang hidup di kota-kota besar dan kawasan industri.

Studi ini disponsori oleh salah satu perusahaan kosmetik asal Korea Selatan. Kepala peneliti Hyuk Chul Kwok melakukan presentasi terhadap hasilnya dalam acara 28th European Academy of Dermatology and Venereology Congress di Madrid, Spanyol.

“Penelitian kami menitikberatkan pada fakta ilmiah terhadap sel-sel ditemukan di permukaan kulit kepala saat terpapar polusi udara,” tutur Hyuk Chul Kwok.

Tampak kabut polusi udara di persimpangan Bekasi Cyber Park, Bekasi Selatan, Senin (26/8/2019).KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Tampak kabut polusi udara di persimpangan Bekasi Cyber Park, Bekasi Selatan, Senin (26/8/2019).

Studi ini, lanjutnya, dilakukan di laboratorium. Namun dibutuhkan penelitian selanjutnya untuk menjelaskan seberapa cepat efek ini terasa pada manusia.

“Hipotesis sementara ini, pada level keterpaparan tertentu, polusi udara bisa menyebabkan kebotakan,” tambahnya.

Para peneliti menggunakan teknik ilmiah bernama “western blotting” untuk mendeteksi level protein dalam sel-sel yang menempel di kulit kepala.

Mereka kemudian menemukan protein beta-catenin yang berkurang jumlahnya. Protein ini berperan dalam regenerasi dan pertumbuhan rambut.

Baca juga: Halo Prof! Kenapa Rambut Rontok Terus Padahal Masih Muda?

Tiga protein lainnya yang berperan dalam pertumbuhan rambut yaitu cyclin D1, cyclin E, dan CDK2, juga ditemukan berkurang jumlahnya. Pengurangan jumlah ini seiring dengan terpaparnya responden dengan polusi udara.

“Saat sel-sel di kulit kepala terekspos dengan polusi udara, protein-protein yang berperan dalam pertumbuhan rambut berkurang secara signifikan,” tutur Hyuk Chul Kwok.

Polusi udara juga terbukti meningkatkan risiko terkena kanker serta penyakit jantung dan paru-paru. Polusi udara menyebabkan 4,2 juta kematian premature setiap tahunnya di seluruh dunia. Polusi udara juga dikaitkan dengan depresi dan tingkat kesuburan (fertilitas) rendah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.