Dilanda Panas Ekstrem, Qatar Pasang AC di Luar Ruangan

Kompas.com - 25/10/2019, 09:21 WIB
Qatar WikipediaQatar

KOMPAS.com - Indonesia pada saat ini sedang dilanda suhu panas yang akan berlangsung hingga delapan hari ke depan.

Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa sejak 19 Oktober 2019, suhu maksimum bisa mencapai lebih dari 38 derajat celcius.

Namun, tampaknya apa yang sedang kita rasakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan warga Qatar. Saking panasnya, Qatar sampai memasang sistem pendingin udara (AC) di luar ruangan.

Dilansir dari berbagai sumber, musim panas Qatar memang luar biasa panas. Pada malam hari, suhunya tidak pernah berada di bawah 32 derajat celcius dan ketika siang bisa mencapai 48 derajat celcius.

Baca juga: Cuaca Panas Masih 9 Hari, Ini Daftar Hari Terpanas di Indonesia

Pemerintah Qatar yang khawatir akan kesehatan warganya dan ingin bersiap untuk Piala DUnia 2022 pun mengeluarkan sebuah solusi tak terduga.

Mereka memasang pendingin ruangan di stadium, mall dan pasar terbuka, di samping mewarnai aspal di Abdullah Bin Jassim Street menjadi biru untuk menurunkan suhunya hingga 20 derajat celcius.

Youself al Horr, pendiri Gulf Organization for Research and Development, yang berfokus pada keberlangsungan mengatakan, jika Anda mematikan AC-nya, Anda pasti tidak akan kuat (dengan panasnya Qatar). Anda tidak akan bisa berfungsi secara efektif.

Memang, para ahli perubahan iklim juga mengakui bahwa belakangan ini, Qatar menjadi lebih panas dari biasanya.

Baca juga: Hoaks Cuaca Panas Bikin Pembuluh Darah Mikro Meledak

Meskipun Perjanjian Paris menetapkan batas maksimum kenaikan suhu Bumi menjadi 2 derajat celcius di atas temperatur masa praindustri, Qatar telah jauh melewati batas tersebut.

Zeke Hausfather, seorang peneliti data iklim di Berkeley Earth, menyebut Qatar sebagai salah satu wilayah di dunia yang paling cepat menghangat, di samping Arktika.

"Perubahan di sana bisa memberi kita gambaran mengenai apa yang bisa dialami oleh negara-negara lainnya bila kita tidak segera mengambil aksi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," ujarnya.

Sayangnya, solusi Qatar ini tampaknya hanya akan bermanfaat untuk jangka pendek saja. Pada jangka panjang, pemasangan sistem AC di luar ruangan ini malah bisa memperparah suhu panas.

Pasalnya, untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan oleh mesin pendingin, Qatar menggunakan bahan bakar fosil. Padahal, penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi karbon dan menyebabkan pemanasan global yang sedang Qatar keluhkan saat ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X