Kompas.com - 24/10/2019, 17:04 WIB
Perwakilan lembaga penelitian dari 11 negara yang ikut dalam International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di BSD Serpong, 23-26 Oktober 2019. Perwakilan lembaga penelitian dari 11 negara yang ikut dalam International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di BSD Serpong, 23-26 Oktober 2019.

KOMPAS.com - Masih sedikit minat orang terhadap dunia sains. Hal inilah yang disebut tantangan oleh Lembaga Ilmu Pengetauan Indonesia untuk mengenalkan sains kepada khalayak.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan, tantangan tersebutlah yang mendorong LIPI untuk bisa membumikan sains.

"Aspek komunikasi menjadi elemen penting dalam upaya membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun innovator," kata Handoko di ajang Indonesia Science Expo (ISE) di ICE BSD, Serpong, Kamis (23/10/2019).

Menurut Handoko, hal itu harus dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, penguasaan teknologi dan inovasi juga menjadi salah satu prioritas yang ingin diwujudkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

Baca juga: Gaya Duduk Jokowi saat Ngemper Bikin Salah Fokus, Kenapa Bisa Begitu?

Untuk mengkomunikasikan pentingnya sains dalam pengambilan kebijakan, proses produksi dan manufaktur industri, LIPI mengadakan Workshop Science Diplomacy: Elevating Science, Research, and Innovation in Global Collaboration serta Business Matching dan Indutrial Gathering 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam acara tersebut, Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries, menjelaskan tentang pentingnya science diplomacy.

Dalam hubungan Internasional, science diplomacy bukanlah sesuatu yang baru.

Selama ratusan tahun sains telah "berkeliling" dunia, menyatukan manusia lewat pengetahuan dan temuan baru. Semua temuan yang sudah dilakukan untuk menciptakan teknologi, bisnis, dan membentuk dasar pendidikan.

"Science diplomacy dipahami merupakan irisan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan internasional. Science diplomacy sesungguhnya tidak terbatas pada kolaborasi sains internasional, namun juga harus memenuhi tujuan keilmuan dan tujuan diplomatik," kata Nur dijumpai di tempat yang sama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.