Kompas.com - 21/10/2019, 10:37 WIB
Ariel Tatum di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanAriel Tatum di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Namun, pengidap BPD cenderung merasa khawatir, cemas, minder, dan takut secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas.

Sebagai contoh, ketika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga, entah bagaimana Anda justru merasa sedih dan kalut, dan menganggap tidak bisa menikmati acara tersebut. Hal ini kemudian membuat Anda membenci diri sendiri.

Contoh lain, saat Anda dan teman janjian untuk pergi di akhir pekan, tapi teman membatalkan janji tersebut karena ada urusan mendesak, Anda tidak bisa mengendalikan pikiran negatif dan berpendapat teman sengaja membatalkan janji karena tidak mau bertemu dengan Anda.

Pikiran-pikiran seperti itulah yang akhirnya membuat Anda merasa begitu hampa dan putus asa. Seolah-olah Anda hanya sendirian di dunia ini dan tidak ada yang mengerti perasaan Anda.

Namun, di sisi lain Anda juga merasa dibanjiri oleh berbagai macam emosi negatif yang campur aduk. Ketika perasaan tersebut muncul, Anda pun bisa meledak-ledak tak terkendali.

Dilansir Mayo Clinic, BPD biasanya muncul pada awal masa dewasa dan memburuk di usia dewasa. Namun seiring bertambah usia, kondisi ini secara bertahap akan membaik.

Tanda dan gejala BPD

BPD merupakan gangguan mental yang memengaruhi perasaan tentang diri sendiri, bagaimana Anda berhubungan dengan orang lain, dan bagaimana Anda bersikap.

Ada beberapa tanda yang mungkin menunjukkan seseorang mengidap BPD:

  • Sangat takut diabaikan, sampai-sampai bisa melakukan tindakan ekstrem agar tidak ditolak dan diabaikan.
  • Memiliki hubungan sosial yang tidak stabil. Misalnya, sangat dekat dengan seseorang tapi tiba-tiba merasa bahwa orang tersebut tidak cukup peduli atau kejam.
  • Mengalami perubahan cepat dalam identitas diri. Sebagai contoh, mengubah tujuan hidup, menganggap diri buruk dan seolah-olah tidak ada sama sekali.
  • Mengalami periode paranoid, meyakini orang lain ingin membahayakan dirinya, yang berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.
  • Berperilaku impulsif dan berisiko, seperti mengemudi sembrono, melakukan seks bebas, makan berlebih, mengonsumsi narkobat, dan tiba-tiba mengakhiri hubungan positif seperti pekerjaan.
  • Memiliki niat bunuh diri atau mencederai diri sebagai respons dari rasa takut akan penolakan.
  • Perubahan suasana hati yang sangat cepat, terjadi dalam hitungan jem hingga hari. Misalnya awalnya merasa sangat bahagia, tapi tiba-tiba merasa malu, cemas, dan ingin marah.
  • Pikiran sering kosong.
  • Kerap marah, termasuk sering kehilangan kesabaran, bersikap sarkastik, dan melakukan adu fisik.

Baca juga: Sulli f(x) Bunuh Diri, Begini agar Orang Terdekat Tak Lakukan Hal Sama

Kapan harus berkonsultasi dengan ahli?

Jika Anda memiliki beberapa tanda dan gejala di atas, segera bicarakan hal ini dengan psikiater atau penyedia layanan kesehatan mental.

Terlebih jika Anda memiliki fantasi atau keinginan ingin melukai diri atau sampai berpikiran ingin bunuh diri.

Sumber: Kompas.com (Tri Susanto Setiawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Mayo Clinic,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.