Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2019, 17:04 WIB
Ellyvon Pranita,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jaringan internet berkecepatan tinggi sekelas 4G adalah yang paling banyak dicari dan digunakan pengguna internet. Dengan adanya Palapa Ring di Indonesia, Presiden Joko Widodo berharap konektivitas jaringan internet berkecepatan tinggi bisa merata di seluruh pelosok negeri.

Bukan hanya wilayah perkotaan saja yang mendapat konektivitas internet cepat, tapi juga masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Diberitakan Kompas.com (14/10/2019), jaringan backbone internet Palapa Ring terdiri tiga paket, yakni barat, tengah, dan timur.

Infrastruktur yang kerap disebut sebagai " tol langit" ini menjanjikan perluasan konektivitas internet ke daerah yang selama ini belum atau sulit terjangkau.

Baca juga: Jokowi Resmikan Tol Langit, Berikut 5 Fakta Palapa Ring

Harapan Jokowi untuk memberi konektivitas layanan internet ke seluruh negeri diamini VP Regulatory Management Telkomsel, Andi Agus Akbar dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Menghitung Dampak Palapa Ring" di Gedung Utama Kemominfo (15/10/2019).

"Palapa ring menjamin sinyal yang lebih baik dari satelit dan ongkos operasionalnya lebih murah. Performance menjadi lebih baik tidak seperti memakai satelit. Sebelumnya di timur (Indonesia) kami masih memakai satelit sebelum dicover Palpa ring," kata Andi.

Dengan adanya Palapa Ring, menurut Andi, membuat penetrasi jaringan 4G di daerah terpencil lebih mudah.

Saat ekosistem di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) sudah siap, maka pembangunan untuk menyediakan layanan 4G dengan bandwith (luas atau lebar cakupan frekuensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi) yang lebih besar serta biaya lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan satelit dan frekuensi radio (microwave) dapat tercapai.

Meski begitu, Andi menuturkan ada beberapa kendala lain yang harus dihadapi untuk membangun layangan 4G.

Tantangan itu antara lain kondisi alam, sosialisasi masyarakat, dan biaya logistik ketika membangun jaringan dan menara seluler (Based Transceiver Station/BTS) di wilayah pedalaman seperti pedalaman seperti Papua.

"Dampak Palapa Ring untuk operator telekomunikasi keandalan jaringan serat optik lebih tinggi, stabil meski cuaca ekstrem, waktu pengiriman data yang jauh lebih baik dan kecepatannya 25 kali dari sinyal satelit," ucap dia.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU.

PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU.

Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari afirmasi pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta.

Utilisasi jaringan Palapa Ring oleh penyelenggara telekomunikasi yang telah berkontrakBAKTI Kominfo Utilisasi jaringan Palapa Ring oleh penyelenggara telekomunikasi yang telah berkontrak

Baca juga: Palapa Ring Diharap Bisa Capai Ketimpangan Digital di Timur Indonesia

Harapan masyarakat Timur

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Isak SF Sawaki mengatakan, resmi beroperasinya paket timur Palapa Ring sangat disyukuri masyarakat Indonesia yang berada di wilayah timur Indonesia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com