Kompas.com - 18/10/2019, 17:04 WIB
Utilisasi jaringan Palapa Ring oleh penyelenggara telekomunikasi yang telah berkontrak BAKTI KominfoUtilisasi jaringan Palapa Ring oleh penyelenggara telekomunikasi yang telah berkontrak

"Dampak Palapa Ring untuk operator telekomunikasi keandalan jaringan serat optik lebih tinggi, stabil meski cuaca ekstrem, waktu pengiriman data yang jauh lebih baik dan kecepatannya 25 kali dari sinyal satelit," ucap dia.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU.

PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU.

Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari afirmasi pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta.

Baca juga: Palapa Ring Diharap Bisa Capai Ketimpangan Digital di Timur Indonesia

Harapan masyarakat Timur

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Isak SF Sawaki mengatakan, resmi beroperasinya paket timur Palapa Ring sangat disyukuri masyarakat Indonesia yang berada di wilayah timur Indonesia.

Isak berkata, peresmian Palapa Ring untuk memudahkan komunikasi dan menjelajah internet sangat ditunggu-tunggu masyarakat di timur Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama ini, walaupun di tampilan kami ada 4G, tapi layanannya tidak seperti 4G sehingga sering menjadi keluhan masyarakat. Oleh sebab itu, sampai saat ini masyarakat, termasuk kami di pemerintahan, selalu bertanya kapan Palapa Ring mulai beroperasi. Tapi kami bersyukur karena kemarin sudah diresmikan Presiden, sehingga harapan masyarakat bisa cepat kami penuhi," tuturnya.

Lebih lanjut Isak menyampaikan harapannya, bahwa dengan hadirnya Palapa Ring, cita-cita merdeka sinyal yang selama ini didengungkan dapat terealisasi pada 2020.

"Walaupun dikatakan Papua lebih dulu terbit sinar matahari, tapi lambat dalam perkembangannya. Harusnya Papua yang lebih dulu menikmati sinar matahari, lebih dulu juga menikmati yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan dengan Palapa Ring ini menjadi yang betul-betul diharapkan menghidupkan sendi-sendi kehidupan di masyarakat," kata Isak.

Sumber: Kompas.com (Yudha Pratomo)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.