Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2019, 12:21 WIB

Perlu digarisbawahi, para ilmuwan hingga saat ini tidak mengetahui persis penyebab penyakit autoimun. Apakah ini karena genetika, pola makan, infeksi, atau paparan bahan kimia. Semua faktor risiko tersebut masih berupa asumsi.

Gejala penyakit autoimun

Gejala awal dari penyakit autoimun antara lain:

  • Kelelahan
  • Otot pegal
  • Bengkak dan muncul ruam
  • Demam ringan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit

Selain itu, ada beberapa penyakit autoimun yang memiliki gejala khas. Misalnya, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan.

Ada juga penyakit autoimun yang gejalanya datang dan pergi seperti psoriasis atau RA.

Psoriasis membuat sel-sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak bersisik yang gatal dan kering. Psioriasis merupakan salah satu penyakit autoimun yang pemicunya antara lain stres dan pilek.

Pemeriksaan penyakit autoimun

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Anda mungkin perlu mendatangi spesialis, tergantung pada jenis penyakitnya.

Berikut adalah beberapa dokter spesialis dan keahliannya:

  • Ahli reumatologi mengobati penyakit sendi, seperti rheumatoid arthritis serta penyakit autoimun lainnya seperti sindrom Sjögren dan SLE.
  • Ahli gastroenterologi mengobati penyakit pada saluran GI, seperti penyakit celiac dan Crohn.
  • Ahli endokrin mengobati kondisi kelenjar, termasuk penyakit Graves, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Addison.
  • Dokter kulit merawat kondisi kulit, seperti psoriasis.

Baca juga: Cerita 2 Pasien Atasi Nyeri Reumatik Autoimun dengan Agen Biologik

Tes untuk mendiagnosis penyakit autoimun

Diagnosis penyakit autoimun tak bisa dilakukan hanya dengan sekali tes. Dokter biasanya akan mengkombinasikan beberapa tes, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengulas gejala yang dirasakan untuk mendiagnosis Anda.

Tes antibodi antinuklear (ANA) merupakan salah satu tes pertama yang digunakan dokter ketika gejala yang dirasakan mengarah pada penyakit autoimun.

Bila tes ANA positif, Anda mungkin menderita salah satu dari penyakit autoimun, tapi ini belum bisa mengkonfirmasi penyakit autoimun mana yang Anda idap.

Untuk itu, dokter akan mencari autoantibodi spesifik yang diproduksi pada penyakit autoimun tertentu dengan tes lain. Dokter mungkin juga memberi tes nonspesifik untuk memeriksa peradangan di dalam tubuh akibat penyakit autoimun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+