Kenali Penyakit Autoimun yang Diidap Ashanty, dari Pemicu hingga Tes

Kompas.com - 18/10/2019, 12:21 WIB

Pemicu autoimun masih belum jelas

Hingga saat ini, penyebab kenapa sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat belum dapat dipastikan.

Namun, beberapa orang memang lebih mungkin mengalami penyakit autoimun dibanding yang lain.

Menurut studi yang terbit tahun 2014, ilmuwan mengetahui bahwa perempuan lebih berisiko mengalami penyakit autoimun dibanding pria. Perbandingannya 2 banding 1.

Penyakit autoimun dimulai selama seorang perempuan mengalami masa subur, yakni mulai umur 15 sampai 44 tahun.

Selain lebih berisiko menyerang perempuan, penyakit autoimun juga lebih sering terjadi pada kelompok etnis tertentu.

Misalnya, penyakit autoimun lupus lebih banyak dialami orang Afrika-Amerika dan Hispanik, dibanding orang Kaukasia.

Penyakit autoimun tertentu seperti multiple sclerosis dan lupus bisa menular dalam keluarga.

Menular dalam keluarga artinya, tak semua anggota keluarga pasti mengalami penyakit ini. Namun, mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun.

Tren kenaikan angka kejadian penyakit autoimun membuat para ilmuwan berasumsi ada keterlibatan faktor lingkungan, seperti infeksi dan paparan bahan kimia.

Selain itu, faktor risiko dari makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan makanan olahan yang memicu peradangan juga dicurigai dapat mengembangkan penyakit autoimun. Namun, hal ini belum terbukti.

Sebuah studi tahun 2015, menduga bahwa vaksin dan antiseptik ikut berperan dalam kenaikan kasus autoimun. Disebutkan dalam jurnal tersebut, vaksin membuat anak-anak terlindungi dari kuman.

Kurangnya paparan kuman tersebut disinyalir bisa membuabt sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang tidak berbahaya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.