Anda Berasal dari Mana? Menelusuri Asal Usul Orang Indonesia lewat DNA

Kompas.com - 16/10/2019, 12:39 WIB
Pembukaan pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). Terlihat di dalamnya, Hilmar Farid, Edo Kondologit, Hasto Krisyanto, dan Budiman Sudjatmiko. KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPembukaan pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). Terlihat di dalamnya, Hilmar Farid, Edo Kondologit, Hasto Krisyanto, dan Budiman Sudjatmiko.

Tes DNA adalah data ilmiah

Deputi Fundamental Eijkman Institute Prof Dr Herawati Aru Sudoyo mengatakan, tes DNA dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang asal usul orang Indonesia dan menilik kembali siapa nenek moyang kita.

"Tes DNA mampu memberikan data ilmiah soal komposisi ras, penelusuran nenek moyang, dan juga lini masa kehadiran ras," kata Hera yang juga dijumpai di Museum Nasional Jakarta.

Menurut Hera, informasi yang didapat dari tes DNA akan membantu kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Bukan tidak mungkin, nenek moyang kita berasal dari benua dan budaya yang berbeda dari apa yang kita kira selama ini.

Misalnya saja, kedua orangtua kita adalah orang Jawa, begitu pula dengan kakek nenek kita. Tapi siapa yang tahu, nenek moyang kita siapa?

Ini seperti Najwa Shihab yang diketahui memiliki 10 fragmen DNA dari 10 nenek moyang berbeda setelah berpartisipasi dalam proyek DNA ini.

Dengan pengetahuan mendalam soal DNA, Hera berharap masyarakat Indonesia dapat lebih bertoleransi dan memahami perbedaan satu sama lain, agar keutuhan bangsa dan budaya tetap terjaga.

"Karena dari 16 sampel yang kita pamerkan di Museum Nasional ini, bahkan tidak ada yang pribumi asli. Maksudnya yang 100 persen real orang Indonesia. Kebanyakan dari mereka, besar presentasenya adalah keturunan atau nenek moyangnya, Afrika," ujar Hera.

Hera menuturkan, sebenarnya ada tiga cara untuk mengetahui asal usul manusia. Pertama dan paling akurat adalah dengan tes DNA. Kemudian juga bisa dilihat dari akar bahasa dan budaya seseorang.

Bahasa dan budaya sebenarnya dapat ditelusuri sampai ke akarnya. Namun yang jadi persoalan, bahasa dan budaya di Indonesia jumlahnya ada ratusan dan sangat mudah tercampur satu dengan lainnya.

Hal inilah yang membuat penelusuran bahasa dan budaya demi mengetahui asal usul manusia sulit dilakukan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X