Alasan Semua Pasien Graves Mau Tak Mau Harus Berhenti Merokok

Kompas.com - 14/10/2019, 20:04 WIB
Ilustrasi mata Digital VisionIlustrasi mata

KOMPAS.com - Prof Dr dr Imam Subekti, SpPD-KEMD yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Indonesia menyoroti pentingnya berhenti merokok dalam pencegahan Oftalmopati Graves atau penyakit Graves yang disertai tanda dan gejala mata.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof Imam berkata bahwa pencegahan OG dapat dilakukan dengan tiga klasifikasi tingkatan, yaitu primer, sekunder dan tersier.

Primer bertujuan untuk mencegah kejadian OG, sekunder untuk mencegah progresi dan mencegah penyakit menjadi klinis, sedangkan tersier mencegah komplikasi dan meminimalisasi kecacatan. Ketiga klasifikasi tingkatan ini diawali dengan berhenti merokok.

Ditemui dalam Konferensi Pers Pengukuhannya dan istrinya, Prof Prof. Dr. Dra. Valina Singka Subekti, M.Si, sebagai Guru Besar Universitas Indonesia yang diadakan di Jakarta, Senin (14/10/2019); Prof Imam menyampaikan bahwa merokok adalah faktor risiko terpenting timbulnya OG.

Baca juga: Mengenal Oftalmopati Graves, dari Faktor Risiko sampai Pencegahannya

Pasalnya, risiko OG pada perokok lebih tinggi. Lalu bila terjadi, OG pada perokok cenderung lebih parah. Selain itu, rokok juga menurunkan efektifitas terapi untuk kasus OG sedang-berat.

Pada pasien dengan penyakit Graves yang menjalani terapi yodium radioaktif, rokok juga menjadi faktor risiko dalam perburukan OG.

"Kalau pasien merokok, maka kemungkinan efek nuklir (terapi yodium radioaktif) itu kena ke mata jadi (matanya) menonjol," ujar Prof Imam.

Itulah sebabnya, ujar Prof Imam, berhenti merokok menjadi intervensi fundamental yang bisa dilakukan pasien dalam pencegahan OG. Pasien Graves, terlepas dari ada atau tidaknya OG, harus dimotivasi untuk berhenti merokok.

Baca juga: Hipotiroid, dari Penyebab, Gejala hingga Pengobatannya

"Jadi mau enggak mau, merokok harus diusahakan betul supaya berhenti. Kalau tidak bisa berhenti sendiri, dianjurkan ke klinik berhenti merokok," katanya.

Untuk diketahui, penyakit Graves merupakan penyakit yang timbul dari hipertiroidisme dan dapat menyebabkan gangguan pada kekebalan tubuh. Dari keseluruhan kasus-kasus tiroid, penyakit Graves mencakup seperempatnya.

Salah satu bentuk dari penyakit Graves adalah OG di mana mata jadi menonjol, terasa kering, tertekan atau sakit, kelopaknya membengkak, sensitif terhadap cahaya, penglihatan ganda pada satu objek, dan memerah akibat peradangan. OG berdampak buruk dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X