Hipotiroid, dari Penyebab, Gejala hingga Pengobatannya

Kompas.com - 29/08/2019, 19:36 WIB
Ilustrasi tiroid ShutterstockIlustrasi tiroid

KOMPAS.com - Hipotiroid merupakan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid yang mengatur kecepatan bekerja dari sel-sel tubuh kita. Akibatnya, sel-sel dan organ tubuh, seperti denyut jantung dan aktivitas usus, pun melambat.

Dipaparkan oleh dr Muhammad Ikhsan Mokoagow, M. Med. Sci, Sp. PD-FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah-Puri Indah dalam acara diskusi media "Mengenali Gangguan Kelenjar Tiroid" di Jakarta, Rabu (28/8/2019), hingga kini prevalensi hipotiroid di Indonesia secara pasti belum diketahui.

Akan tetapi, data Riskesdas tahun 2007 yang didasarkan pada pemeriksaan kadar hormon TSH menemukan bahwa 2,7 persen laki-laki dan 2,2 persen perempuan memiliki kadar TSH yang tinggi.

Ini menimbulkan kecurigaan mengenai adanya hipotiroid karena ketika hormon tiroid tidak diproduksi cukup banyak, kelenjar pituari akan memproduksi lebih banyak TSH untuk menstimulasi kelenjar tiroid.

Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Pengaruhi Keseimbangan Hormon Anda

 

Penyebab

Penyakit autoimun atau ketika kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri dapat menyebabkan hipotiroid.

Salah satu penyakit autoimun yang paling umum menyebabkan hipotiroid adalah Hashimoto’s thyroiditis di mana kekebalan tubuh mengancurkan tiroidnya sendiri.

Selain Hashimoto’s thyroiditis, penanganan hipertiroid (kebalikan hipotiroid di mana kondisi memproduksi terlalu banyak hormon tiroid) berupa pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid lewat bedah dan perusakan kelenjar tiroid lewat radioaktif iodium juga dapat menyebabkan hipotiroid.

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang dapat mencetuskan gangguan tiroid, yakni:
1. Umur di atas 60 tahun
2. Berjenis kelamin perempuan
3. Genetik, karena dianggap faktor utama pada autoimunitas terhadap kelenjar tiroid
4. Merokok, karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen di otak dan nikotin memacu peningkatan reaksi inflamasi
5. Stres, karena berkolerasi terhadap antibodi TSH-reseptor
6. Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan autoimun
7. Riwayat pencitraan menggunakan zat kontras yang mengandung iodium
8. Beberapa jenis obat-obatan, seperti amiodaron, lithium karbonat, aminoglutethimide, interferon alfa, dan thalidomide
9. Lingkungan, ketika kadar iodium dalam air kurang

Baca juga: Hipogonadisme, Ketika Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Gejala

Hipotiroid mengganggu kecepatan bekerj dari sel-sel tubuh. Artinya, hipotiroid menimbulkan gejala di seluruh tubuh.

Gejala-gejala ini seperti jumlah keringat yang sedikit, kulit kering dan kasar, tidak tahan suhu dingin, peningkatan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, kadar kolesterol tinggi, kesulitan buang air besar atau sembelit, gangguan siklus menstruasi, penipisan rambut, suara serak atau berat, dan tuli.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X