BPJS Disomasi Komunitas Pemerhati ODGJ karena Joker, Apa Keberatannya?

Kompas.com - 11/10/2019, 19:03 WIB
Iklan yang dibuat BPJS Kesehatan menampilkan sosok Joker dengan tulisan JKN-KIS menanggung penderita penyakit orang dengan gangguan jiwa agar tidak tercipta Joker-joker lainnya diunggah di Facebook. Iklan ini menuai kritik dari penggiat dan pemerhati kesehatan jiwa. FacebookIklan yang dibuat BPJS Kesehatan menampilkan sosok Joker dengan tulisan JKN-KIS menanggung penderita penyakit orang dengan gangguan jiwa agar tidak tercipta Joker-joker lainnya diunggah di Facebook. Iklan ini menuai kritik dari penggiat dan pemerhati kesehatan jiwa.

KOMPAS.com - Film Joker yang baru-baru ini tayang di bioskop Indonesia, menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan, termasuk praktisi kesehatan hingga perhimpunan dan pemerhati kesehatan mental yang ada di Indonesia.

Salah satu yang ingin numpang popularitas Joker adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Di akun media sosialnya, Joker dijadikan bahan oleh BPJS untuk mensosialisasikan kepedulian kesehatan mental.

Namun, sayangnya langkah ini malah mendapat somasi dari berbagai kelompok pemerhati orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Usai somasi itu dilayangkan, pihak BPJS menghapus semua unggahan yang dianggap multitafsir tersebut.

Namun, apa keberatan para pemerhati ODGJ?

Baca juga: Memenuhi Harapan Pasien Gangguan Jiwa untuk Pengobatan Lebih Baik

Dalam pertemuan dengan BPJS di kantor BPJS, Jakarta, Jumat (11/10/2019); Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa mengatakan bahwa unggahan BPJS itu telah menambah stigma buruk terhadap penderita ODGJ.

“Kenapa kemudian BPJS mengeluarkan statement itu kita anggap penting? Karena BPJS ini kan lembaga negara. Kalau dia mengatakan orang gangguan jiwa tidak dikasih obat bisa jadi Joker, maka nantinya masyarakat akan menganggap itu sebagai legitimasi dari negara bahwa betul orang dengan gangguan jiwa itu berbahaya dan bisa jadi joker,” ucapnya.

Padahal, kata dia, penderita ODGJ sampai saat ini sudah mendapatkan stigma yang berat di masyarakat dan pada kenyataannya, orang yang menderita gangguan jiwa seperti skizofrenia ataupun bipolar tidak akan sampai menjadi seorang Joker hanya karena tidak minum obat itu.

"Kan kalau diumpamakan dengan Joker, itu bahaya sekali. Joker itu bisa membunuh siapa saja yang pernah menyakiti dia. Nah, kalau orang dengan gangguan jiwa sebenarnya tidak sampai bisa melakukan itu, kalau menyakiti diri sendiri ada," imbuhnya lagi.

Baca juga: Nasib Trastuzumab, Obat Kanker Payudara yang Tak Lagi Ditanggung BPJS

Yeni berkata bahwa survei menunjukkan, orang dengan gangguan jiwa justru lebih besar kemungkinannya untuk menjadi korban kekerasan.

“Itu di Indonesia. Hampir semua responden pasien itu menyatakan pernah mengalami kekerasan. Ini melalui penelitian psikiater. Mereka memperinci sih mereka (orang sakit jiwa) sering diolok- olok, mereka dilempar batu, bahkan pernah jadi kekerasan seksual,” tuturnya.

Oleh karena itulah, pihak BPJS diminta untuk kembali menjadi lembaga pemerintah yang berupaya menghapus stigma negatif terhadap ODGJ di Indonesia. Salah satu caranya dengan lebih bijak dalam beropini menyangkut ODGJ.

Yeni juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menstigmasi orang yang gangguan jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.