Memenuhi Harapan Pasien Gangguan Jiwa untuk Pengobatan Lebih Baik

Kompas.com - 13/11/2014, 14:00 WIB
Shutterstock Ilustrasi konseling

Saat saya menuliskan artikel ini, saya sedang berada di ketinggian 39 ribu kaki dalam perjalanan menuju Dallas dari Jepang. Perjalanan panjang ini saya tempuh untuk menghadiri 61th annual meeting Academy of Psychosomatic Medicine di Fort Laudardale, Florida. Penerbangan ke Dallas adalah penerbangan transit sebelum melanjutkan terbang ke Fort Laudardale. Ini kali ke empat saya ke Amerika Serikat dan masih sendirian sampai saat ini ke acara annual meeting ini.

Tema pertemuan kali ini memang lebih memfokuskan pada pengalaman klinis di praktek sehari-hari ketika berhubungan dengan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan khususnya yang melibatkan faktor psikis dan fisik.

Empat hari ke depan pertemuan ini akan diisi oleh pelatihan, simposium, oral paper dan poster dari beberapa kolega dari seluruh Amerika Serikat dan internasional. Tema yang diusung kali ini “Lessons from our best teachers: patients informed advances in clinical practice, research and leadership”.

Harapan Lebih Baik

Dalam berbagai pertemuan dokter di seminar-seminar kebanyakan para dokter akan membicarakan tentang bagaimana perkembangan dalam mendiagnosis pasein lebih tepat, memberikan pengobatan dan rehabilitasi lebih baik serta harapan perkembangan pengobatan yang belum bisa menjawab masalah-masalah medis yang dialami saat ini. Tujuannya adalah agar memberikan harapan kualitas hidup lebih baik kepada pasien. Walaupun sering kali kondisi ini tidak mudah dicapai karena sering kali perkembangan penelitian tidak atau belum bisa menjawab hal-hal yang terjadi di klinis sehari-hari.

Belakangan para dokter sering membicarakan bagaimana mengaplikasikan apa yang didapat dalam penelitian ke dalam praktek klinis. Sering kali ditemukan apa yang dianggap menjadi rekomendasi dalam suatu penelitian ternyata tidak dapat diaplikasikan dalam klinis. Pengobatan di dalam klinis yang bersifat individual terkadang tidak bisa dijawab dari hasil penelitian yang melibatkan subjek penelitian yang besar dan beragam. Hal ini yang sering menjadi kendala yang terus diperhatikan dalam perkembangan kedokteran.

Kendala pengobatan depresi

Demikian juga dengan apa yang terjadi di kalangan medis kesehatan jiwa. Masalah gangguan kejiwaan dan terapinya bukan hanya masalah yang terjadi di sebagian negara berkembang yang masih banyak dipenuhi stigma, tetapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat.

Sejak 2010 saya melihat secara langsung presentasi dari para ahli psikiatri khususnya yang bergerak di bidang psikosomatik medis dan masalah-masalah terkait diagnosis, terapi dan rehabilitasi serta pencegahan masalah gangguan jiwa masih terus berkembang.

Manual kriteria diagnosis di Amerika Serikat mengalami perubahan sejak dikeluarkannya DSM-5 sejak tahun lalu, namun demikian perkembangan untuk memberikan manfaat kepada pasien tidak berhenti dengan perubahan manual kriteria diagnosis saja tetapi juga terkait dengan perkembangan terapi.

Lain dari pada itu karena masalah gejala dan tanda gangguan jiwa subyektifnya cukup tinggi, beberapa kasus gangguan jiwa seperti bipolar depresi bahkan sering tidak terkenali sejak awal. Tentunya ini akan menghambat pengobatan yang tepat.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorLusia Kus Anna
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X