Perlu Diperhatikan, Efek Buruk Ganja terhadap Tubuh dan Otak

Kompas.com - 04/10/2019, 18:05 WIB
Ilustrasi ganja medis. SHUTTERSTOCKIlustrasi ganja medis.

Efek ganja pada otak

Efek ganja pada otak, tutur dr Hari, seperti episode halusinasi, episode psikiatri, adiksi (kecanduan), serta menjadi pemicu gangguan jiwa.

Meskipun pengaruh adiktif dari ganja lebih rendah daripada narkoba jenis lainnya seperti heroin, sabu, atau putaw, tetapi dalam dosis berlebihan ganja dengan senyawa THC aktif yang ada sangat bisa untuk membuat efek kecanduan (adiksi) kepada penggunanya.

Itulah mengapa pengguna mengalami episode halusinasi dan juga episode psikiatri (prosedur pemahaman, penilaian, diagnosis, perawatan, serta pencegahan gangguan kejiwaan).

Ganja bisa menjadi pemicu gangguan jiwa pada orang yang memiliki faktor genetik. Hal ini terjadi pada orang yang keturunan atau keluarganya pernah memiliki riwayat gangguan jiwa (skizofrenia).

Baca juga: Manusia Telah Isap Ganja Sejak 2.500 Tahun Lalu

"Jadi kalo ada yang punya genetik gangguan jiwa atau skizofrenia, mengkonsumsi ganja bisa jadi pemicu penggunanya kena gangguan jiwa atau skizofrenia juga. Bahkan sangat berisiko sekali itu," tutur Hari.

Bahkan, lanjut dr Hari, pada beberapa penelitian yang masih diperdebatkan, kemampuan kognitif anak remaja pemakai ganja juga terganggu dan akan menyebabkan terjadinya penurunan IQ.

Oleh karena itu, dr Hari menegaskan, ganja perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat termasuk pemerintah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X