Astronom Temukan Planet Raksasa yang Harusnya Tak Pernah Ada

Kompas.com - 02/10/2019, 07:04 WIB
Ilustrasi GJ 3512b CARMENES/RenderArea/J. Bollaín/C. Gallego/University of Bern.Ilustrasi GJ 3512b

KOMPAS.com - Sebuah planet raksasa bernama GJ 3512b ditemukan melawan teori-teori yang ada selama ini.

Planet tersebut begitu raksasa sampai seharusnya tidak pernah ada, setidaknya menurut teori pembentukan planet yang kita ketahui selama ini.

Planet GJ 3512b yang terletak 284 triliun kilometer dari Bumi pertama kali ditemukan oleh observatorium Calar Alto, Sierra Nevada dan Montsec Astronomical di Spanyol dan Observatorium Las Cumbres di California.

Dipaparkan dalam jurnal Science, planet raksasa GJ 3512b mengitari sebuah bintang kerdil merah tipe M.

Baca juga: Studi Ungkap, Venus Pernah jadi Planet Layak Huni

Inilah yang menjadi kebingungan para ahli. Bintang tersebut tergolong kecil, hanya seperlima ukuran Matahari dan 50 kali lebih redup daripada Matahari.

Sebagai perbandingan Matahari 330.000 kali lebih berat dari Bumi dan 1.047 kali lebih berat dari Jupiter. Namun, bintang GJ 3512b hanya 270 kali lipat lebih berat daripada planet raksasa yang berukuran setengah Jupiter tersebut.

Berdasarkan model yang ada saat ini, planet GJ 3612b terlalu besar untuk bintang seukuran ini.

"Di sekeliling bintang seukuran ini harusnya hanya ada planet seukuran Bumi atau yang agak lebih besar seperti Bumi Super," ujar penulis studi Christoph Mordasini.

Keberadaan GJ 3512b pun mengguncang model pembentukan planet di tata surya core accretion yang diterima selama ini dan mendorong model disk instability yang lebih baru.

Baca juga: Kali Pertama, Astronom Temukan Air di Planet Luar Tata Surya

Untuk diketahui, teori core accretion menjelaskan bahwa planet terjadi karena tubrukan dan penggabungan partikel padat yang lama-lama menjadi cukup besar untuk mengumpulkan lapisan gas pembungkus.

Sementara itu, teori disk instability menjelaskan bahwa planet terbentuk karena pecahnya cakram protoplanet akibat instabilitas gravitasional. Pecahan yang berbentuk gumpalan gas ini kemudian berevolusi menjadi planet.

Penulis utama Juan Carlos Morales mengatakan, untuk kali pertama, kami ecara akurat mengarakterkan sebuah planet luar tata surya yang tidak bisa dijelaskan dengan model formasi core accretion.

"Planet luar tata surya ini membuktikan bahwa model instabilitas gravitasional berperan dalam formasi planet raksasa," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNET
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X