Kompas.com - 29/09/2019, 17:05 WIB
Warga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

Selain itu, ada batu-batu yang dikatakan bergerak (berpindah) secara misterius di Death Valley.

8. Pegunungan Flaming, China

Pegunungan Flaming terletak di jajaran Gunung Tian Shan di Xinjiang, China. Nama tersebut dikatakan berasal dari adanya parit-parit yang terkikis ke dalam batu pasir merah yang menyerupai api.

Meski tidak ada stasiun cuaca, tetapi dari satelit NASA pada tahun 2008 mencatat salah satu suhu tertinggi yang pernah diukur yaitu 152,2 derajat Fahreinheit atau 66.67 derajat Celcius. Serta menjadi catatan pengukuran terpanas di bumi pada tahun itu.

9. Dasht-e Lut, Iran

Dasht-e Lut atau Gurun Lut di Iran ialah sebuah daerah yang begitu kering dan sunyi sehingga tida ada orang yang secara rutin memantau suhu di sana.

Dari satelit NASA yang dilengkapi dengan spektroradiometer pencitraan resolusi sedang (MODIS) mampu mengukur suhu di sini dari luar angkasa selama studi tujuh tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam lima tahun yaitu pada 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2009, tempat terpanas di Bumi dapat ditemukan di Lut. Pada tahun 2005, suhunya mencapai 159,3 derajat Fahrenheit atau 70,56 derajat Celcius.

10. El Azizia, Libya

Pada 13 September 1922, El Azizia membuat sejarah setelah stasiun cuaca di sana mencatat suhu tertinggi yang pernah diukur secara langsung di Bumi. Suhunya mencapai 136,4 derajat Fahrenheit atau 58 derajat Celcius pada saat terik matahari.

Pengukuran itu menjadi rekor selama 90 tahun hingga Organisasi Meteorologi Dunia mengumumkan pada tahun 2012 bahwa pengukuran 1922 itu tidak valid.

Meskipun demikian, suhu di El Azizia telah naik secara teratur lebih dari 120 derajat fahreinheit atau 48,89 derajat celcius pada musim panas. bahkan, rekaman di Kota Ghadames Libya juga telah melonjak hingga mendekati rekor itu kembali.

11. Bangkok, Thailand

Nah, kali ini ada kota besar di Asia yang ternyata masuk dalam kategori 11 daerah terpanas di Bumi.

Kota nan lembap ini dinamai kota terpanas di planet ini oleh Organisasi Meteorologi Dunia.

Bangkok memiliki suhu tahunan rata-rata sekitar 82 derajat Fahrenheit atau 27.78 derajat Celcius, dengan kemungkinan pengecualian pada akhir Desember dan awal Januari.

Mother Nature Network memasukkan Bangkok dalam daftar ini, karena panas di daerah tersebut bertahan lama dan tidak berjeda. Bahkan di malam hari, suhunya tidak turun sehingga panasnya terjadi terus-menerus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Mnn.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.