Kompas.com - 29/09/2019, 17:05 WIB
Warga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

Timbuktu dulu merupakan pusat beasiswa yang berkembang pesat dan menjadi pusat penyebaran Islam di seluruh Afrika, serta menjadi titik perdagangan Sahara kuno.

Di tempat ini juga terdapat koleksi penyebaran Islam, salah satunya manuskrip kuno terbesar di dunia.

Meskipun populasinya masih stabil, namun ancaman utama Timbuktu yaitu Gurun Sahara yang perlahan-lahan memasuki daerah tersebut.

Sehingga bukit-bukit pasir besar menjulang di atas kota dan jalanan sering terkubur di pasir berangin.

Suhu di Timbuktu telah tercatat mencapai lebih dari 130 derajat Fahreinheit atau 54.44 Celcius. Untungnya, ada air pendingin yang berasal dari Sungai Niger dan jaraknya sekitar 15 mil.

5. Rub'al Khali, Semenanjung Arab

Rub'al Khali menjadi tempat yang secara terus menerus dan terbesar di dunia yang dihempas oleh gurun pasir. Wilayahnya mencakup sepertiga dari Semenanjung Arab, seperti Arab Saudi, Oman, Yaman dan Uni Emirat Arab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Daerah tersebut panas dan kering, karena temperatur suhu yang tinggi mencapai 133 derajat Fahreinheit atau 56.11 derajat Celcius.

Curah hujan tahunan di daerah tersebut rendah. Bahkan Rub'al khali dikatakan tidak ramah bagi manusia.

6. Badlands, Australia

Australia menjadi benua yang berpenghuni paling kering di Bumi. Badlands memiliki padang pasir yang luas dan suhu yang sangat panas, terutama selama musim kemarau. Sangat sedikit awan yang melindungi sinar matahari langsung ke padang pasir.

Uap panas dari padang pasir yang terkena sinar matahari secara langsung menjadikan cuaca di sana sangat panas. Bahkan suhu permukaan tanahnya pernah mencapai 156,7 derajat Fahreinheit atau 68.89 derajat Celcius. Data suhu tersebut diambil oleh satelit NASA pada tahun 2002.

7. Death Valley, Amerika Serikat

Terletak di Gurun Mojave California, Death Valley adalah wilayah terendah, terkering dan terpanas di Amerika Utara.

Daerah ini pernah memegang rekor dunia oleh Organisasi Meteorologi Dunia pada tahun 2002, untuk suhu tertinggi yang pernah tercatat yaitu 134 derajat Fahreinheit atau 56.67 derajat Celcius.

Keunikan Death Valley yaitu meskipun daerah kering, tetapi kehidupan alam liar masih ada di sana.

Baca juga: Suhu Panas di Jawa, Benarkah Penyebabnya Hari Tanpa Bayangan?

Seperti pada malam hari, kucing hutan, rubah, dan hewan pengerat, dan bighorn domba akan berkeliaran mencari makan di dataran tinggi taman.

Ketika hujan turun, bunga-bunga liar muncul dari ruang bawah tanah mereka yang kering dan menutupi lantai lembah dengan bunga-bunga yang spektakuler.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Mnn.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.