11 Daerah Terpanas di Dunia, Melebihi Musim Kemarau Indonesia

Kompas.com - 29/09/2019, 17:05 WIB
Warga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

KOMPAS.com - Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Beberapa daerah di dunia juga mengalami cuaca panas yang cukup ekstrem. 

Dilansir dari Mother Nature Network, berikut 11 daerah di Bumi yang masuk dalam kategori bersuhu terpanas.

1. Dallol, Ethiopia

Dari tahun 1960 hingga 1966, suhu di Dallol rata-rata 94 derajat Fahreinheit atau 34.44 derajat Celcius. Bahkan pada suhu siang hari secara teratur akan naik lebih dari 100 derajat Fahreinheit.

Dari rata-rata suhu panas tersebut, kota panas terik di "Afar Depression of Ethiopia" ini memegang rekor memiliki suhu tahunan rata-rata tertinggi yang pernah tercatat pada rentang tahun di atas.

Baca juga: Cuaca di Jawa Sedang Panas, BMKG: Sebentar Lagi Kembali Normal

Suhu Dalloh hanya turun sedikit sepanjang tahun, meski lebih sering suhu panas itu bertahan. Sebab, tempat Dallol berada, ialah wilayah yang aktif secara vulkanis, serta tidak jauh dari gunung berapi dengan nama yang sama.

Oleh karena itu, panas yang ada di Dallol datang dari segala arah, matahari dan juga vulkanik di dalam kerak bumi gunung tersebut.

Saat ini Dallol dikatakan sebagai kota hantu alias tidak berpenghuni, setelah sebelumnya pada tahun 1960-an menjadi pemukiman pertambangan.

2. Tirat Zvi, Israel

Daerah Tirat Zvi tepat berada di Beit Sheán Valley, 722 kaki di bawah permukaan laut.

Meskipun Sungai Yordan di dekatnya membuat daerah tersebut subur, lembah itu bisa dihantam matahari selama berbulan-bulan di musim panas.

Pada Juni 1942, pemukiman mencatat suhu tertinggi yang pernah diukur secara resmi di Asia yaitu 129 derajat Fahreinheit atau 53.89 derajat Celcius.

Uniknya, untuk menghindari panas tersebut, warga setempat sering kali membenamkan diri di kolam yang airnya berasal dari mata air dan juga setiap rumah di sana akan membuat kanopi untuk memberikan keteduhan.

3. Kebili, Tunisia

Kebili ialah sebuah oasis gurun di Tunisia tengah, yang dijadikan tempat singgah bagi orang-orang yang menghindari diri dari panasnya Afrika Utara.

Di Kebili ini masih ada pohon-pohon palem dan air yang digunakan untuk memberikan keteduhan. Namun, suhu panas tertinggi di Kebili ini mencapai 131 derajat Fahreinheit atau 55 derajat Celcius.

Meskipun iklim daerah tersebut termasuk ekstrem, menurut Mother Nature Network, tempat ini layak untuk dikunjungi karena ada bukti kuat bahwa Kebili telah dihuni sejak dan selama 200.000 tahun yang lalu.

4. Timbuktu, Mali

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Mnn.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X