RUU Mineral dan Batubara Disahkan, Pegiat Lingkungan Menolak

Kompas.com - 27/09/2019, 08:05 WIB
Ilustrasi tambang. KOMPAS/ALIF ICHWANIlustrasi tambang.

Selanjutnya adalah pasal 116 dan 162, yaitu siapa saja yang menghalangi pertambangan akan dianggap sebagai orang yang melakukan tindak kriminal. Padahal, menurut Advokat Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, Ariyanto Nugroho, yang dirugikan dan berupaya untuk memprotes pembukaan tambang adalah masyarakat sekitar.

Sementara dari data yang didapatkan oleh WALHI, kata Dwi Saung mewakili WALHI, instansi pemerintah yang terkait pengesahan RUU Minerba tersebut tidak semuanya hadir dan ikut menandatangani pengesahan karena memang ada hal yang tidak relevan dan harus dibenahi.

"Berbicara tentang RUU Minerba itu tidak bisa berdiri sendiri, harusnya ada sinkronisasi dengan DPR, pemerintah, masyarakat terkait juga. Bukan cuma cukup dengan akademisi dan pengusaha saja, karena banyak pasal yang bermasalah dengan eksploitasi di lapangan," tutur Dwi.

Baca juga: Jokowi Reklamasi Lubang Tambang Jadi Kolam Ikan, Ini Pendapat Ahli

Pada intinya, dijelaskan oleh Advokat Auriga Nusantara, Hendrik Siregar, yang diinginkan untuk ditunda oleh pemerintah, DPR dan presiden adalah pembahasan atau isi yang terkandung di RUU tersebut.

"Padahal, sudah jelas dikatakan ditunda. Maksud keinginan kami itu pembahasan isinya yang ditunda karena ada yang harus dibenahi, bukan dibahas sendiri lalu asal mengesahkan saja," ujarnya.

Para pegiat lingkungan pun sepakat untuk menolak pengesahan RUU Minerba dan meminta isi pembahasan dalam RUU tersebut dikaji ulang dengan melakukan survei langsung terhadap masyarakat yang akan terkena imbasnya.

"Ya mana bisa pengesahannya saja dilakukan di malam hari, hanya dikepalai oleh Sekretaris Jendral tanpa ada Menteri (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia), dan ada instansi yang tidak tanda tangan bahkan tidak hadir karena memang enggak sesuai, salah satunya Kementerian Perindustrian," imbuhnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X