Kompas.com - 26/09/2019, 13:22 WIB
Halte Transjakarta Senayan JCC sedang diperbaiki setelah rusak dalam demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2019) malam. Dokumentasi PT Transportasi JakartaHalte Transjakarta Senayan JCC sedang diperbaiki setelah rusak dalam demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Selasa (24/9/2019) malam.

KOMPAS.com – Demonstrasi yang dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa rupanya sedikit banyak membawa dampak negatif. Salah satu buktinya adalah beredarnya perusakan fasilitas umum, termasuk vandalisme.

Psikolog Sosial dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Hening Widyastuti, mengatakan tindak perusakan seperti ini bermula dari tumpukan masalah yang bersifat kompleks. Baik dari segi politik, ekonomi, dan sosial.

“Kondisi politik yang tidak stabil dan elit politik yang korup menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang terlalu tajam dalam masyarakat kita,” tuturnya kepada Kompas.com, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: Mengapa Polisi Melakukan Tindak Kekerasan terhadap Pendemo?

Kebijakan-kebijakan elit politik yang mengutamakan sebgaian golongan dirasa tidak adil oleh masyarakat. Sikap protes kemudian ditunjukkan lewat demonstrasi.

“Masalah ekonomi dan lain-lain sebelumnya sudah menciptakan stress dan depresi di dalam keluarga. Para demonstran kemudian menyampaikan aspirasi. Ketika merasa tidak didengar, mereka mencoba protes dalam bentuk lain,” papar Hening.

Gedung DPRD Jateng dijebol masa demonstrasi, Selasa (24/9)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gedung DPRD Jateng dijebol masa demonstrasi, Selasa (24/9)

Bentuk lain yang dimaksud Hening adalah anarkisme dan perusakan, termasuk fasilitas umum.

“Semua ini berawal dari pribadi masing-masing. Stress dan depresi muncul dari keluarga inti masing-masing. Karena apa? Kebijakan politik,” tambahnya.

Baca juga: Terpapar Gas Air Mata Saat Demo, Adakah Efek Jangka Panjangnya?

Salah satu kasus vandalisme yang baru terjadi adalah di Bandung. Sejumlah fasilitas publik dirusak massa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar.

“Jumlah kerusakan ada beberapa fasilitas publik, yaitu pagar DPRD Jabar kembali lagi rusak dijebol, kemudian vandalism di jalan dan di pagar dicorat-coret,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Di Jakarta, kerusakan terjadi di beberapa titik fasilitas publik. Antara lain Halte Transjakarta Petamburan Slipi dan Senayan JCC yang rusak akibat aksi demo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.