Pemanasan Global Membuat Manusia Jadi Kanibal, Benarkah?

Kompas.com - 13/09/2019, 19:04 WIB
ilustrasi daging ilustrasi daging

KOMPAS.com – Minggu lalu, ilmuwan perilaku Magnus Soderlund melontarkan pertanyaan kontroversial dalam seminar Gastro Summit di Swedia: Bisakah Anda membayangkan untuk makan daging manusia?

Saat ini suhu bumi meningkat secara konsisten. Hal itu menyebabkan makanan atau hasil pertanian menjadi lebih langka, sehingga memaksa manusia untuk mencari nutrisi dari sumber lain.

Sejauh ini, serangga seperti jangkrik dan cacing bisa menjadi jawaban. Namun Magnus menyebutkan sumber nutrisi lainnya bisa saja datang dari daging manusia.

Menurutnya, dengan pengolahan terhadap daging manusia, kita akan menganggap kanibalisme sebagai sesuatu yang tidak tabu lagi.

“Saya terbuka untuk mencicipinya,” tutur Magnus yang merupakan ilmuwan perilaku di Stockholm School of Economics, seperti dilansir dari Science Alert, Jumat (13/9/2019).

Baca juga: Nenek Moyang Kita Jadi Kanibal 1 Juta Tahun Lalu, Ini Alasannya

Ide untuk menggunakan perilaku kanibalisme sebagai pemenuhan nutrisi bukanlah pertama kali dilontarkan. Pada 2018, ahli biologi evolusi Richard Dawkins menuturkan adanya kemungkinan untuk memproduksi daging dari sel-sel manusia dalam laboratorium.

Kontroversi

Tentu saja ide-ide soal kanibalisme dan kaitannya dengan pemenuhan nutrisi mendapat kontroversi.

Director dari End Climate Silence, Genevieve Guenther, pernah mengatakan kepada Business Insider bahwa kanibalisme sebagai solusi dari pemanasan global sama saja dengan denial tentang pemanasan itu sendiri.

“Saya rasa opsi itu (kanibalisme) jangan dibawa serius, namun menjadi propaganda bagi manusia untuk mengubah bumi menjadi yang kita inginkan,” tutur Genevieve.

Ide-ide untuk menjadikan daging manusia sebagai sumber makanan ini, menurut Genevieve, sama saja dengan mengubah pandangan manusia menjadi barbarian.

Baca juga: Orang Karibia Dikenal sebagai Kanibal Buas, Ternyata Hanya Mitos

Namun bagi Magnus dan Richard, kanibalisme menjadi salah satu jalan keluar bagi manusia bila semua bahan makanan telah habis. Hal ini berkaitan dengan akibat bencana alam yang masif seperti banjir dan suhu panas yang ekstrem.

Lalu bagaimana caranya mengonsumsi daging manusia di masa mendatang? Magnus menjelaskan bisa saja dengan mengambil daging mayat dan mengolahnya, kemudian menyajikannya.

Sementara itu, Richard menyebutkan kemungkinan untuk mengambil sel-sel manusia untuk ditempatkan di laboratorium. Sel-sel tersebut kemudian akan “tumbuh” menjadi daging.

Kanibalisme pada Masa Lampau

Jauh sebelum masa sekarang, pemanasan global memang telah berdampak kanibalisme terhadap nenek moyang kita.

Namun secara sains, kanibalisme memiliki beberapa risiko kesehatan. Lebih dari 100.000 tahun lalu, pemanasan global meluluhlantahkan spesies mamalia besar seperti bison, rusa, dan mammoth. Kemudian nenek moyang manusia di Eropa Barat pada saat itu memilih untuk memakan daging manusia.

Baca juga: Demi Makan dan Pasangan, Ular Kobra Bisa Jadi Kanibal

Kasus terbaru salah satunya terjadi pada suku di Papua Nugini hingga tahun 2009.

Tradisi suku pedalaman tersebut, mereka mengambil daging mayat kemudian mengolahnya kembali. Penyakit pun kerap datang dan membuat pemakannya meninggal dunia.

Genevieve menilai, kanibalisme tetap bukanlah jalan keluar yang tepat untuk pemanasan global.

“Itu berarti kita (manusia) gagal dalam mitigasi bencana,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X