Orang Karibia Dikenal sebagai Kanibal Buas, Ternyata Hanya Mitos

Kompas.com - 25/04/2018, 11:19 WIB
Ilustrasi kanibal EzumeImagesIlustrasi kanibal

KOMPAS.com - Berbicara tentang masyarakat kanibal, orang Karibia selama ini dikenal  sebagai suku bangsa yang tega memakan orang Arawak, penduduk asli Indian, dengan sangat brutal.

Sekarang, mari kita tinggalkan mitos tersebut. Sebab, para arkeolog dari Amerika Serikat telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa orang Karibia di masa lalu tidak berselera mengonsumsi daging manusia.

Arkeolog Dr. Reg Murphy dan timnya menemukan bukti tersebut saat menggali situs Indian Creek, di pulau Antigua sejak 2013. Indian Creek adalah lahan kering yang tidak subur seluas 12 hektar.

Dilaporkan Guardian, Selasa (24/4/2018), penanggalan karbon menunjukkan Indian Creek sudah dihuni orang Karibia sejak 200 SM sampai 1.300 M.

Baca juga : Kisah Dunia Satwa di Karibia yang Hilang akibat Tangan Manusia

Salah satu buktinya adalah alat batu api dan mangkuk tanah liat yang berasal dari 200 SM. Selain itu, peneliti juga menemukan porselen biru dan putih serta kayu Wedgwood dari Inggris yang dipercaya sebagai barang peninggalan penjajah Eropa pada abad ke-18.

Murphy dan koleganya juga telah menguji tulang, pollen, dan beberapa serpihan yang ditemukan di indian creek.

"Kami telah mempelajari, orang Karibia ini jauh dari kanibal. Mereka lebih banyak mengonsumsi makanan dari kulit kerang dan ikan," kata Carlyn Valmond, asisten Murphy kepada The Guardian.

Valmond yang merupakan keturunan orang Kafan ini mengaku tertarik untuk mempelajari sejarah orang Karibia secara langsung, karena ia tidak percaya pada sejarah yang dibacanya.

Sementara itu, Murphy berkata mitos yang menyebut orang Karibia adalah kanibal, semata-mata karena laporan kolonialis Eropa.

Baca juga : Pertama Kali Terlihat, Singa Laut Kanibal Kejutkan Peneliti

Indian Creek pertama kali digali oleh arkeolog dari Universitas Yale di awal tahun 1970-an. Saat itu mereka mendeskripsikan situs ini sebagai situs luar biasa yang menyimpan seluruh peninggalan Zaman Keramik di Antigua Barbuda. Artefak yang ditemukan dalam penggalian di tahun 1970-an saat ini tersimpan di Museum Sejarah Alam Peabody, Yale.

Murphy berharap ada arkeolog yang meneruskan penelitian untuk mengungkap mengapa orang Indian yang diketahui melakukan migrasi ternyata menetap di Indian Creek selama lebih dari 1.500 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X