5 Dampak Perubahan Kulit pada Lansia, Lebih Sensitif dan Gampang Memar

Kompas.com - 13/09/2019, 07:36 WIB
Ilustrasi Penuaan Dini LuckyBusinessIlustrasi Penuaan Dini

KOMPAS.com - Perubahan kulit karena proses penuaan di usia senja ataupun lansia bisa menyebabkan beberapa dampak yang harus diantisipasi.

Beberapa dampak itu dipaparkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Susie Rendra SpKK, di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

1. Bertambahnya sensitivitas terhadap sinar UV

Pada umumnya, kulit seseorang di usia senja ataupun lansia akan menjadi lebih kering, kisut dan tipis. Hal ini berpengaruh terhadap daya tahan kulit itu sendiri.

Susie menyatakan bahwa mereka yang telah mengalami perubahan kulit seringkali tidak tahan untuk berjemur di bawah sinar matahari. Pasalnya, berjemur membuat kulit menjadi semakin kering dengan gejala yang menyerupai kulit sensitif, misalnya kulit terasa gatal meskipun tidak ada bentol atau kemerahan.

Rasa gatal juga bisa muncul pada kulit lansia yang terkena keringat saat berolahraga.

Baca juga: Tahukah Anda, Penuaan Kulit Terjadi Mulai Usia 20 Tahun

2. Lebih mudah mengalami infeksi kulit

Ketika perubahan kulit karena proses penuaan terjadi, imunitas lansia juga akan menurun.

Hal ini, jika dikombinasikan dengan sensasi gatal di kulit, bisa membuat lansia lebih rentan terkena infeksi kulit.

"Ada yang bahkan menggunakan sisir ataupun garpu (untuk menggaruk), padahal itu nanti akan membuat luka. Dan karena imun mereka lemah, luka itu bisa saja dimasuki bakteri atau kuman jahat dan terjadilah infeksi," tutur Susie.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X