Belajar dari BJ Habibie, Ini Jenis Olahraga untuk Usia Senja

Kompas.com - 12/09/2019, 09:06 WIB
Ilustrasi orang tua bahagia Siri StaffordIlustrasi orang tua bahagia

KOMPAS.com – Sebelum meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019), mantan Presiden RI BJ Habibie, melakukan perawatan intensif di RSPAD Jakarta sejak 1 September 2019.

BJ Habibie disebut memiliki penyakit komplikasi antara lain jantung dan ginjal, serta ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Selama hidupnya, BJ Habibie dikenal sebagai orang yang aktif. Namun olahraga rutin juga dibutuhkan bagi orang yang berusia senja. Hal itu dikatakan oleh dokter spesialis kesehatan olahraga, dr Michael Triangto.

“Olahraga yang baik untuk usia lanjut adalah aerobik. Bukan senam aerobik, namun olahraga yang berintensitas rendah dengan gerakan yang berulang-ulang dan waktu melakukannya panjang,” tutur dr Michael kepada Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan kriteria tersebut, lanjutnya, olahraga yang cocok antara lain jalan cepat, jogging, sepeda, berenang, dan dayung.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal karena Degenerasi Jantung, Apa Maksudnya?

“Tentu masing-masing dengan batasan tertentu, tinggal dicocokkan dengan pola kebiasaan saat ini,” tambah dr Michael.

Olahraga berjenis aerobik harus ditempatkan pada lokasi yang tepat, dan harus dilakukan secara benar. dr Michael menyebutkan seseorang harus melakukan peregangan terlebih dahulu, kemudian latihan inti, lalu terakhir adalah pendinginan.

Olahraga aerobik yang dilakukan harus menyesuaikan dengan kondisi seseorang, termasuk obat apa saja yang tengah dikonsumsinya. Belajar dari kasus BJ Habibie, dr Michael menyebutkan olahraga yang pas antara lain adalah berjalan di kolam renang sebatas pinggang atau menggunakan sepeda statis.

“Bagaimana jika seseorang sudah tidak mampu jalan cepat atau jogging? Dia bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang. Jika tidak memungkinkan, bisa menggunakan sepeda statis,” jelasnya.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal, Para Ilmuwan Indonesia Sampaikan Rasa Kehilangan

Namun semua jenis olahraga aerobik tersebut harus menyesuaikan dengan anjuran dokter, terutama bagi mereka yang mengonsumsi obat beta-blocker.

“Mereka yang diberikan obat beta-blocker atau penghambat golongan beta harus hati-hati, karena denyut jantung telah diperlambat. Biasanya obat ini diberikan kepada pasien jantung atau tekanan darah tinggi,” tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X