Serba Serbi Hewan: Benarkah Serigala Melolong ke Bulan?

Kompas.com - 11/09/2019, 18:33 WIB
Ilustrasi serigala Isster17/WikipediaIlustrasi serigala

KOMPAS.com - Serigala kerap dikaitkan dengan bulan purnama. Binatang mamalia karnivora ini pun diyakini akan melolong sambil menengadahkan kepala ke langit setiap kali bulan purnama muncul.

Hubungan antara serigala dan bulan bahkan ada di dalam mitologi Yunani, Romawi, dan Nordik (masyarakat Eropa Utara). Bahkan penduduk asli Amerika memandang serigala sebagai penjaga bulan.

Selama berabad-abad, legenda ini memudar menjadi pengetahuan tradisional.

Sejumlah ilmuwan modern pun banyak yang menaruh perhatian dalam hal ini. Mereka mencari kebenaran terkait lolongan serigala dan bulan purnama.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Alasan Jerapah Bisa Langsung Lari Setelah Lahir

Dari sekian banyak studi yang dilakukan, para ahli sepakat bahwa serigala tidak melolong dalam pola apapun yang berhubungan dengan bulan.

Dengan kata lain, serigala tetap melolong meski itu sedang bulan purnama, bulan baru, atau sama sekali tidak ada bulan di langit.

Memahami lolongan serigala

Serigala melolong di malam hari mungkin adalah suara paling dramatis dan bisa dibilang mengerikan.

Namun sebenarnya, lolongan serigala mirip seperti seruan hewan lain. Entah itu primata, burung hantu, nyanyian paus, atau suara kodok.

Suara yang dikeluarkan serigala merupakan bahasa untuk berkomunikasi dengan spesiesnya. Bisa untuk memperingatkan ke serigala lain bila ada bahaya, sinyal ada makanan, mencari pasangan, atau meminta bantuan.

Dilansir Science ABC, riset tentang suara lolongan serigala jumlahnya lebih banyak dibanding spesies hewan lain. Dan berikut adalah beberapa alasan yang ditemukan ahli tentang lolongan serigala.

1. Alasan serigala melolong sambil menengadah ke langit

Alasan di balik serigala selalu menengadah ke langit ketika melolong adalah agar suara terdengar hingga jauh.

Ahli menemukan, suara serigala dapat terdengar hingga 10 kilometer ke segala arah. Sementara jika berada di tanah lapang tak ada penghalang, suaranya bisa terdengar sampai 16 km.

Suara yang terdengar sampai jauh ini memungkinkan serigala tetap dapat berkomunikasi satu sama lain.

2. Alasan serigala melolong di malam hari

Serigala selalu digambarkan melolong pada malam hari. Ini karena serigala aktif di malam hari dan hanya berkomunikasi saat malam hari.

3. Serigala tak cuma bisa melolong

Selain melolong, serigala juga bisa menggonggong, menggeram, dan merengek karena hubungan dekat mereka dengan anjing.

Oleh sebab itu, anjing juga bisa seperti serigala. Mereka bisa melolong dan tetap memiliki naluri sebagai hewan liar seperti serigala.

4. Makna di balik volume, nada, dan durasi lolongan

Ahli menemukan, lolongan bernada rendah cenderung berasal dari serigala jantan yang dominan. Sementara lolongan bernada tingi merupakan tanda penyerahan diri.

Selain itu, jika serigala jantan melolong dengan lebih intens artinya dia memberi sinyal untuk menarik calon pasangan.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Meski Mata Buruk, Ular Bisa Mencium Segala Bau

Dari penjelasan singkat ini, jika suatu hari nanti Anda mendengar suara lolongan serigala, tidak usah takut. Mereka hanya sedang berkomunikasi satu sama lain untuk melindungi diri mereka sendiri atau sedang memikat lawan jenis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X