Kompas.com - 10/09/2019, 20:07 WIB
Ilustrasi dinosaurus Australia, Fostoria dhimbangunmal. Ilustrasi dinosaurus Australia, Fostoria dhimbangunmal.

Gullick juga menjelaskan bagaimana kejadian yang terjadi terasa seperti neraka dalam waktu pendek yang kemudian diikuti oleh hawa dingin yang panjang.

Asteroid menggoreng mereka lalu membekukan mereka. Banyak dinosaurus yang mati," tuturnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy, dibuat di atas karya Jackson School of Geosciences, juga menggambarkan kawah tersebut terbentuk dan bagaimana keadaan kembali pulih.

Jay Melosh, profesor dari Purdue University dan pakar mengenai dampak kawah juga mengatakan bahwa ditemukannya bukti ini membantu para ilmuwan untuk memahami dengan benar mengenai dampak asteroid.

“Hal ini merupakan hal yang penting dalam sejarah kehidupan dan juga bukti yang jelas mengenai apa yang terjadi pada ground zero,” tuturnya.

Baca juga: Tulang Paha Dinosaurus Raksasa Ditemukan, Beratnya 500 Kg

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah kurangnya sulfur yang ditemukan dalam sampel inti. Padahal, daerah sekitar kawah penuh dengan batu yang kaya akan sulfur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penemuan ini mendukung teori bahwa dampak asteroid adalah menguapkan mineral-mineral yang mengandung sulfur di dalamnya, melepaskannya ke atmosfer dan memantulkan cahaya matahari. Sehingga, terjadilah pendinginan secara global.

Para peneliti memperkirakan setidaknya 325 miliar metrik ton sulfur dilepaskan karena terkena dampak. Jumlah tersebut sekitar empat kali jumlah yang dikeluarkan selama meletusnya Krakatau tahun 1883 - sebuah peristiwa yang mendinginkan bumi sekitar 1 derajat Celcius selama lima tahun.

Meskipun dampak asteroid menciptakan kehancuran massal, perubahan iklim yang terjadi inilah yang menyebabkan kepunahan massal terjadi dan membunuh dinosaurus bersama dengan kehidupan lainnya di bumi pada saat itu.

“Pembunuh sesungguhnya haruslah atmosfer. Satu-satunya cara kepunahan massal ini terjadi karena efek atmosfer,” tutup Gullick.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.