Kasus Anjing Bima Aryo Gigit ART, Lakukan Ini agar Tak Meninggal

Kompas.com - 05/09/2019, 18:32 WIB
Presenter Bima Aryo dan anjing belgian malinoisnya. Tangkapan layar akun instagram @bimaaryo.Presenter Bima Aryo dan anjing belgian malinoisnya.

Tetanus sendiri disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia, dan hewan peliharaan.

"Kalau orang muslim digigit anjing atau terkena air liur anjing akan menyucikan dengan tanah. Nah itu harus diperhatikan betul tanahnya, karena bakteri Clostridium tetani ada di tanah," jelas dia.

Dia menambahkan, luka besar dari gigitan anjing berpeluang menimbulkan infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik merupakan infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk. Mereka membutuhkan "kesempatan" untuk menginfeksi seseorang.

"Jadi kalau terluka (karena gigitan anjing) dan imun lemah, dia bisa menyebabkan infeksi. Tapi kalau tubuh kita sehat dan tidak sampai menimbulkan luka, secara alami (bakteri) ada di kulit," jelas dia.

Baca juga: Belajar dari Kasus Bima Aryo, Cara agar Tidak Digigit saat Bertemu Anjing Besar

Cara tepat agar tak meninggal setelah digigit anjing

Bila Anda digigit anjing dan menimbulkan luka kecil, sebaiknya segera cuci dengan air mengalir, kemudian beri krim antibiotik atau betadine antiseptik, baru ditutup dengan kasa steril.

"Sama diamati juga, kalau tambah bengkak dan badan terasa tidak enak, segera bawa ke dokter," ungkap Yeyes.

Namun bila gigitan anjing menimbulkan luka besar dan sampai pendarahan, dia mengungkap luka tersebut harus ditekan dengan kain bersih sambil menghubungi rumah sakit.

"Pas ada luka besar sebenarnya kan kelihatan darah mengalir atau tidak, kalau tidak lebih baik keluarkan darah sebentar dulu," jelas dia.

"Tapi kalau darah yang merembes, pas ditekan (darah) keluar lagi pelan-pelan, kalau yang seperti itu berarti bukan di pembuluh darah. kalau sampai merobek pembuluh darah, saat ditekan, darah biasanya masih mengalir ataupun jika berhenti, ketika dilepaskan tekanannya darah akan mengalir deras kembali, sebaiknya ditekan dengan kain sambil menunggu pertolongan medis datang," pungkasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X