Kasus Anjing Bima Aryo Gigit ART, Ternyata Gigitan Kucing Juga Bahaya

Kompas.com - 05/09/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi kucing peliharaan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kucing peliharaan.

Spesies yang paling terkenal, dan yang ditemukan pada anak laki-laki, adalah Bartonella henselae.

Baca juga: Punya Kucing Agresif? Mungkin Masalahnya pada Kita

Spesies Bartonella ditemukan pada hewan hampir di berbagai wilayahdunia. Namun, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universita Nusa Cendana Kupang, drh Yeremia Yobelanno Sitompul MSc menjelaskan, pada hewan kucing sendiri.

Mekanisme bakteri Bartonela henselae ini pada kucing, secara tepatnya didapatkan oleh feses dari kutu kucing yang sering berada di kaki hingga pada cakar kucing tersebut.

Ketika, manusia mendapat goresan dari cakaran kucing, karena kuku cakar kucing yang tajam, bisa saja merobek atau membuat luka pembuluh darah, nah pada kondisi tersebut, bakteri Bartonella henselae ini sangat memungkin untuk masuk ke pembuluh darah manusia dan berkembang di dalamnya, hingga menganggu organ dan saraf vital dalam tubuh.

Tetapi, pada manusia bakteri ini sering dijadikan penyebab atas penyakit yang ringan karena goresan cakar kucing, dengan gejala demam, pembengkakan, kelenjar getah bening dan kelelahan yang biasanya hilang dalam waktu satu bulan, bahkan tanpa antibiotik.

"Kalau bakteri (Bartonella henselea) ini masuk dan berkembang di pembuluh darah, dan mengalir ke organ-organ vital lainnya, inilah yang berbahaya bahkan bisa fatal sebenarnya," kata Yeremia.

Hal ini sama dengan Breitschwerdt yang mengatakan bahwa ada bukti yang muncul dan menunjukkan bahwa bakteri Bartonel henselae dan spesies Bartonella lainnya kadang-kadang dapat menyebabkan masalah yang jauh lebih serius pada manusia, termasuk kerusakan sistem saraf.

Serta, dalam penelitian lainnya mengaitkan infeksi jantung serius dan gangguan mata dengan Bartonella, serta kelelahan kronis.

"Publikasi kami dan penelitian yang sedang dilakukan di beberapa laboratorium, mulai menekankan bahwa bakteri ini adalah genus bakteri yang sangat penting yang secara historis kurang dikenal, namun juga berpotensi menyebabkan sejumlah besar penyakit yang tidak terdiagnosis di seluruh dunia," kata Breitschwerdt.

Baca juga: Abu Kremasi Kucing Bernama Pikachu Akan Diluncurkan ke Ruang Angkasa

Meski diakui Breitschwerdt bahwa memang masih sedkit sekali penelitian tentang argumen tersebut yang belum menjawab beragam pertanyaan lainnya.

Tetapi pada kasus anak laki-laki tersebut, Breitschwerdt melakukan list kontak langsung yang dilakukan anak laki-laki itu, termasuk dari hewan peliharaannya atau dari kunjungan sebelumnya ke sebuah peternakan.

"Tetapi kami tidak tahu seberapa sering atau bahkan seberapa tepatnya hal itu (Bartonella henselea) dapat menyebabkan gejala seperti skizofrenia ini," kata Breitschwert.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X