Kompas.com - 04/09/2019, 18:36 WIB
Bill Skarsgard sebagai badut Pennywise dalam film It Chapter 2 New Line Cinema/It Chapter 2Bill Skarsgard sebagai badut Pennywise dalam film It Chapter 2

KOMPAS.com - Setelah lama ditunggu-tunggu, film It: Chapter Two akhirnya tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sekuel ini melanjutkan teror badut keji Pennywise di kota kecil Derry dan imajinasi para penonton.

Sebetulnya, ketakutan akan badut sudah ada bahkan sebelum novel It karya Stephen King dirilis. Ketakutan akan badut ini disebut dengan coulrophobia.

Dilansir dari Insider, 4 Agustus 2018, ketakutan akan badut mungkin dikarenakan oleh gerak-geriknya yang aneh dan menakutkan.

Psikolog sosial Frank T McAndrew pernah melakukan survei terhadap 1.341 partisipan berusia 18-77 tahun mengenai karakteristik atau perilaku yang mereka anggap aneh dan menakutkan.

Rupanya, pria lebih mungkin untuk dianggap aneh dan menakutkan. Lalu, perilaku yang tidak bisa diduga juga membuat para partisipan merasa tidak nyaman.

Baca juga: Ranking 10 Hewan yang Paling Menakutkan Dirilis, Mana Fobia Anda?

Badut sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak biasa dan dibuat-buat. Rasa aneh dan menakutkan ketika melihat badut ini kemudian diperkuat oleh karakteristik mulut yang dirias agar tampak lebih besar dan mata yang seakan melotot.

Tata rias badut yang begitu berlebihan juga memberi sinyal bahwa mereka sedang menutupi identitas diri, dan hal ini membuat sebagian besar orang merasa tidak nyaman, ujar psikolog Rami Nader.

"Mereka punya ekspresi yang besar dan palsu, yang Anda tahu tidak benar-benar menunjukkan bagaimana perasaan badut tersebut sebenarnya karena tidak ada orang bisa selalu bahagia, tetapi badut tersebut selalu punya wajah yang tersenyum," kata Nader.

"Intinya, Anda sadar bahwa (badut) berbohong kepada Anda secara presentasi," imbuhnya lagi.

Selain penampakan dan gerak-gerik badut itu sendiri, rasa takut mungkin muncul dari interaksi kita dengan badut.

Pakar neurosains Gaines Lewis pernah menulis di Psychology Today, bahwa badut membatasi perasaan kita.

Dia menulis, badut memaksa kita untuk tertawa. (Tapi) kita mungkin tidak mau tertawa, sehingga situasinya menjadi, setidaknya, canggung, dan paling buruknya bila dikombinasikan dengan warna-warna yang tidak biasa menjadi menakutkan.

Baca juga: Ketakutan Akan Lubang Bukan Fobia Menurut Sains, Ini Penjelasannya

Coulrophobia

Namun, tentu saja ada perbedaan antara rasa tidak nyaman terhadap badut dengan rasa takut terhadap badut yang sebenarnya atau coulrophobia.

Psikolog Perpetua Neo berkata bahwa seseorang yang memiliki fobia belum tentu pernah mengalami trauma terhadap objek fobianya saat masih kecil. Menurut dia, fobia terbentuk dari kaitan antara stimulus, situasi dan respons rasa takut di kepala.

Soal ketakutan terhadap badut, misalnya, Neo berkata bahwa mungkin kemunculan badut dibarengi dengan suara kencang atau situasi lainnya yang mengejutkan. Ini kemudian memicu bagian amydala di otak yang bertanggung jawab untuk rasa takut.

Neo mengatakan, amygdala adalah bagian yang sangat primitif di otak, ia hanya tertarik untuk membuat Anda selamat. Jadi ketika ada sesuatu yang menakuti Anda, ia akan menyala dan membunyikan alarm 'bahaya, bahaya, bahaya' yang kemudian mengaktifkan sistem berperang, lari atau berhenti.

Baca juga: Foto Misterius Ini Bikin Netizen Merinding, Berikut Penjelasan Ahli

Buruknya, kita juga punya bias harapan di mana kita sudah berimajinasi dulu sebelum melakukan atau mengalami sesuatu. Alhasil, bila Anda punya coulrophobia dan diundang untuk menonton sirkus, hal pertama yang Anda bayangkan hanyalah berbagai bencana yang mungkin terjadi bila melihat badut.

Neo mengakui bahwa beberapa jenis fobia mungkin terdengar konyol, tetapi bagi orang yang memang memilikinya, objek fobia mereka telihat sangat nyata dan mengerikan. Seseorang yang fobia bisa mengalami serangan panik, kesulitan bernapas, detak jantung tidak reguler, berkeringat dan mual ketika bertemu dengan objek fobianya.

Jadi, jangan pernah memaksa teman yang mengakut punya fobia terhadap badut untuk menonton It: Chapter Two.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X