Kompas.com - 03/09/2019, 13:08 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

Dikutip dari buku Mayo Clinic Family Health Book terbitan Intisari, 95 persen kasus tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab yang jelas. Kondisi ini disebut hipertensi esensial.

Sementara itu, jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder karena meningkatnya tekanan darah disebabkan oleh suatu kondisi atau faktor lain, termasuk:

  • Obat flu yang dijual bebas, dekongestan hidung, obat anti radang non steroid (NSAIDs) dan obat yang diresepkan seperti pil KB, steroid, antidepresan trisiklik dan sibutramin (Meridia) untuk obesitas.
  • Adanya gangguan ginjal seperti gagal ginjal, penyempitan arteri (stentosis) dan peradangan glomeruli (glomerulonefritis).
  • Masalah tiroid
  • Kelainan pembuluh darah
  • Preeklamsia, suatu komplikasi kehamilan.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang

Pada kasus hipertensi sekunder, kondisi darah tinggi bisa sembuh bila penyebabnya dihilangkan.

Perubahan gaya hidup

Untuk menangani kondisi hipertensi secara mandiri, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

- Kegiatan fisik
Kegiatan fisik penting dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah yang tinggi karena dapat membuat jantung lebih kuat. Aktivitas aerobik yang meningkatkan denyut jantung mempunyai pengaruh yang sangat baik bagi tekanan darah, karena jika tubuh sudah terbiasa dengan aktivitas ini, maka jantung akan menjadi lebih kuat dan tekanan darah menurun.

- Mengurangi natrium
Natrium atau sodium yang bisa didapat dari garam berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan membantu menghantar impuls saraf yang mempengaruhi kontraksi dan relaksasi otot.

Akan tetapi jika terlalu banyak natrium dalam darah, volume darah akan meningkat karena natrium menarik dan mengikat air sehingga jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah yang volumenya meningkat tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

- Tembakau, alkohol dan kafein
Penggunaan tembakau, konsumsi alkohol dan kafein juga dapat meningkatkan risiko naiknya tekanan darah.

Oleh karena itu, jika Anda minum alkohol, sebaiknya jumlahnya dibatasi. Kopi juga tidak boleh lebih dari 2 cangkir kopi, 4 cangkir teh atau 4 kaleng soda berkafein setiap hari.

Baca juga: Terbukti, Konsumsi Tinggi Garam Perbesar Risiko Kematian Pengidap Hipertensi

Obat-obatan 

Diuretik adalah obat pilihan pertama terutama jika Anda menderita tekanan darah tinggi tahap 1 atau prahipertensi (tekanan darah120/80 mmHg sampai139/89 mmHg).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.