Kompas.com - 01/09/2019, 18:03 WIB
Hutan dan semak belukar yang ada di sekitar wilayah Kawasan Keselamatan Oprasional Penerbangan (KSOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau terbakar hebat. Bahkan hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan seluruhnya, Sabtu (24/8/2019). DOK. PUTRAHutan dan semak belukar yang ada di sekitar wilayah Kawasan Keselamatan Oprasional Penerbangan (KSOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau terbakar hebat. Bahkan hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan seluruhnya, Sabtu (24/8/2019).

Adi menambahkan setiap hari BMKG memantau perkembangan titik panas di berbagai daerah di Indonesia. Dalam sepuluh hari terakhir, titik panas di Riau berjumlah 644 titik panas, disusul Kalimantan Barat dan Jambi.

LAPAN : Tidak Semua Titik Panas Mengindikasikan Kebakaran

Sementara itu, peneliti Pusat Pengindraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indah Prasasti mengatakan, tidak semua titik panas mengindikasikan terjadi kebakaran.

Dia mengatakan LAPAN mengamati titik panas yang ada tiga hari berturut-turut. Kalau titik panas ada di satu titik tertentu saja dan ada indikasi asap, hal tersebut menunjukkan benar-benar terjadi kebakaran di tempat tersebut.

Namun, lanjutnya, kadang kebakaran satu hutan atau lahan terjadi ketika satelit tidak lewat atau memantau.

Indah mengatakan jumlah titik panas tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.

Sebab tahun ini terjadi Badai El Nino, sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding musim kemarau tahun lalu.

"Faktor utama dari kebakaran (hutan dan lahan) itu sendiri adalah faktor manusia. Kami pernah memplotkan titik panas dengan curah hujan harian. Ketika tiga hari beruturt-turut tidak ada hujan atau curah hujan kurang dari 50 mili (milimeter), mereka langsung membakar," tutur Indah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BNPB Sebut 6 Provinsi Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Hingga bulan ini, jumlah titik panas pada 2019 lebih rendah daripada tahun lalu.

Jumlah titik panas terbanyak tahun ini berada di Kalimantan Barat (4.018 titik), disusul Riau (3.652 titik), Kalimantan Tengah (1.938 titik), Sumatera Selatan (962 titik), Jambi (832 titik), Kalimantan Timur (756 titik), Kalimantan Selatan (515 titik), Kepulauan Bangka Belitung (310 titik), Kalimantan Utara (303 titik), Papua (271 titik), Sumatera Utara (235 titik), dan Aceh (184 titik).

Sedangkan luas hutan dan lahan terbakar secara garis besar adalah di Bali dan Nusa Tenggara (73.467 hektar), Sumatera (36.922 hektar), Kalimantan (16.892 hektar), Maluka dan Papua (4.124 hektar), Jawa (2.461 hektar), serta Sulawesi (1.883 hektar).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.