Seri Hewan Nusantara: Arwana Super Red, Ikan Kalimantan Barat yang Terancam Punah

Kompas.com - 29/08/2019, 10:01 WIB
Hampir punah, ikan arwana super red ini hanya terdapat di perairan Kapuas Hulu. Ellyvon PranitaHampir punah, ikan arwana super red ini hanya terdapat di perairan Kapuas Hulu.

Bahkan terdapat komunitas dan asosisasi pedagang dan penangkar silok di Kalimantan Barat, yang selain menjadi alternatif mata pencaharian di daerah tersebut, banyaknya penangkaran ikan arwana super red ini berpotensi menjadi daerah ekowisata.

Dijelaskan oleh Direktur Program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, Puspa Dewi Liman, arwana super red adalah hewan yang hampir punah dan dilindungi. Alhasil, penangkaran menjadi jalan untuk mengembangbiakan hewan tersebut.

"Apalagi ikan (super) red yang ada di alam mengkhawatirkan populasinya, apalagi itu sumber genetis alami (F1) dari jenis ikan ini, beda ikan hasil penakaran dan alam, yang bisa dijadikan induk utama itu yang ada di alam," kata Puspa.

"Pengelola penangkaran juga berkewajiban untuk melepasliarkan ikan tersebut jika sudah memenuhi kesiapan untuk bertahan hidup di alam," imbuhnya.

Serta, untuk meminimalisir terjadinya efek perkawinan satu induk, pihak penakaran arwana super red di Kapuas Hulu, melakukan dan mewajibkan sumbangsih satu ekor ikan untuk ditukarkan dengan penakaran lainnya.

Sementara hewan yang sudah di alam, kata Puspa harus dijaga secara betul, karena merupakan simbol dan menjaga kearifan lokal masyarakat setempat juga.

Dalam hukum adat daerah setempat mengatur pemanenan ikan arwana (di alam) berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah seluruh desa Empangan.

Arwana yang berada di danau hanya boleh diambil anakannya saja. Itupun anakan dengan ukuran kurang dari 5 sentimeter, jika lebih dari itu harus dikembalikan ke danau.

Peralatan yang digunakan dalam mengambil anakan arwana adalah senter, jaring ataupun parang payung. Selain alat itu tidak diperbolehkan.

Baca juga: Murai Batu, Burung Penyanyi Paling Populer di Asia Terancam Punah

Nelayan dan orang desa yang mengambil anakan ikan arwana yang lebih dari ukuran dalam hukum adat, akan dikenakan denda 300 ribu rupiah, dengan perhitungan 250 ribu rupiah akan di masukkan dalam kas pokwasmas dan sisanya akan digunakan untuk keperluan sosial dan ibadah.

Durasi pembayaran denda adalah 3 bulan. Selain itu ada aturan sosial warga setempat untuk tidak mengambil ikan arwana dalam waktu tiga hari berkabung setelah ada warga yang meninggal dunia.

Panen arwana dalam setahun biasa dilakukan satu kali atau dua kali oleh warga setempat.

"Harapan ke depannya sumber daya genetis tetap terjaga dan masih ada," tutur Agus.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X