Istri Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Suami dan Anak, Ini Kata Psikolog

Kompas.com - 28/08/2019, 17:32 WIB
Proses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOProses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).

KOMPAS.com - Kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) menjadi perhatian publik sejak kemarin.

Kedua jenazah dibakar di dalam mobil di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Hingga saat ini polisi telah mengamankan empat tersangka yakni AK, KV, S, dan A.

Menurut keterangan polisi, AK yang juga merupakan istri Pupung, adalah otak di balik pembunuhan sadis ini. AK menyewa empat pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya, Dana.

"Motifnya jelas. Hasil pemeriksaan ibu itu mengaku punya utang, suaminya juga punya utang. Mereka sepakat menjual rumah, rumahnya kan cukup besar. Tapi pembagian itulah yang menjadi masalah. Sengketa pembagian penjualan rumah, sehingga terjadi perkara ini," kata Rudy di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Kasus Cekcok Berakhir Penusukan di Pluit Village, Ini Kata Psikolog

Analisis psikolog

Menanggapi kasus ini, psikolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Hening Widyastuti menilai ada banyak faktor pada istri (AK) sehingga memicunya berbuat sadis.

Menurut Hening, hal pertama yang perlu digali dan digarisbawahi adalah status AK yang menjadi istri muda Pupung.

"Posisi istri muda atau istri kesekian, berarti bapak Pupung Sadili secara ekonomi mapan. Nah yang perlu diperhatikan, saat awal ibu AK menikah dengan pak Pupung, murni atau tidak (untuk menikah). Dalam artian menikah karena cinta, karena hartanya, atau karena apanya," kata Hening dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/8/2019).

"Niat awal ini besar kaitannya," imbuh Hening.

Kemudian Hening menduga, ada konflik rumah tangga antara AK dan Pupung selama menjalani proses perkawinan.

"Konflik keluarga ini bisa jadi ada hubungannya dengan masalah harta. Masalah harta itu mengerikan," ungkap dia.

Pasalnya, ketika seseorang sudah gelap mata dan hanya berpikir soal harta, maka orang tersebut dapat melakukan apapun untuk mendapatkan materi yang diinginkan, termasuk menghabisi nyawa seseorang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X