Kasus Cekcok Berakhir Penusukan di Pluit Village, Ini Kata Psikolog

Kompas.com - 26/08/2019, 20:07 WIB
Ilustrasi penusukan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penusukan.

KOMPAS.com - Seorang pegawai restoran Banainai di Pluit Village berada dalam kondisi kritis karena lehernya disabet oleh rekan kerjanya.

Kejadian ini berawal dari cekcok antara korban dan pelaku. Korban ingin melaporkan pelaku ke bosnya karena pernah dipukul pelaku. Merasa tidak senang, pelaku sempat pulang untuk mengambil pisau panjang. Sekembalinya ke restoran, keduanya kembali terlibat cekcok hingga pelaku menyabet leher korban dengan pisau kecil yang ada di restoran.

Dalam keadaan berdarah-darah, korban pun meminta tolong pada warga sekitar. Peristiwa ini juga sempat terekam oleh pengunjung mall dan tersebar luas di media sosial.

Analisis psikolog

Menanggapi kasus ini, psikolog Universitas Negeri Semarang, Hening Widyastuti, menjelaskan bahwa antara dua orang yang terlibat cekcok, seringkali ada konflik lama yang belum terselesaikan sehingga rasa benci dan dendam semakin lama semakin membesar. Hingga pada akhirnya, ada stimulus yang kembali menjadi pemicu pertikaan.

Baca juga: Bule Basuh Pantat Pakai Air Suci Bali, Psikolog Nilai Tak Masalah Mereka Dipulangkan

Hening berkata bahwa persoalan awalnya bisa jadi hanya masalah sepele. Namun, karena sudah berkonflik dalam waktu yang lama, pertikaian bisa jadi meledak pada momen-momen tertentu.

"Rasa kebencian dan dendam yang mendera mengakibatkan akal pikiran jernihnya tertutup sehingga dia tidak mampu untuk mengontrol dirinya sendiri berpikir jernih," katanya.

Orang yang berada dalam kemarahan tersebut, di dalam pikirannya hanya mempunyai satu solusi, yaitu membunuh untuk menyelesaikan pertikaan tersebut.

Hening berkata bahwa kejadian ini tidak mengindikasikan adanya kelainan jiwa pada pelaku. Pasalnya, orang normal pun bisa melakukan tindakan keji di muka umum, dengan catatan sudah ada dendam kesumat atau selisih paham sejak lama.

Biasanya, orang-orang yang rentan mengalami ledakan emosi karena dendam yang sudah lama memiliki karakter introvert. Mereka terbiasa memendam tanpa mengkomunikasikan persoalan yang sedang dihadapi.

Oleh karena itulah, saat terjadi selisih kecil, dendam yang ada semakin terpantik dan keluar dalam bentuk kemarahan yang memuncak hingga sanggup bertindak dan membunuh lawannya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X