Jakarta Darurat Polusi Udara, Studi Ungkap Hubungannya dengan Gangguan Mental

Kompas.com - 28/08/2019, 12:31 WIB
Tampak kabut polusi udara di persimpangan Bekasi Cyber Park, Bekasi Selatan, Senin (26/8/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANTampak kabut polusi udara di persimpangan Bekasi Cyber Park, Bekasi Selatan, Senin (26/8/2019).

"Butuh lebih banyak studi untuk menggali dampak kualitas udara di suatu lingkungan dan kontribusinya terhadap gangguan neurologis dan kejiwaan," imbuh Atif Khan.

Memang, faktor lingkungan seperti polusi udara bukan satu-satunya pemicu seseorang menderita penyakit mental kronis seperti skizofrenia.

Namun, banyak ahli sudah berteori bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal berperan penting terhadap tingkat keparahan dan waktu munculnya perkembangan gangguan mental.

Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Orang dengan skizofrenia tidak bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan.

Penelitian

Perlu diketahui, polusi udara memiliki partikel debu kecil yang sangat halus. Partikel halus ini bisa masuk ke otak manusia, setelah dihirup melalui hidung dan paru-paru,

Dalam banyak penelitian, hewan yang terpapar udara tercemar akan menunjukkan gangguan kognitif dan gejala depresi.

Untuk penelitian terbaru ini, para ahli menganalisis dua data populasi.

Data populasi pertama didapat dari klaim asuransi kesehatan AS selama 11 tahun dengan 151 juta orang.

Data kedua menghimpun 1,4 juta orang yang lahir di Denmark pada 1979-2002 dan tetap tinggal di Denmark sampai usia 10 tahun.

Tingkat polusi udara di area tersebut diukur menggunakan standar kualitas udara yang ditetapkan oleh masing-masing negara. Misalnya, untuk AS, pengukuran kualitas udara EPA digunakan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X