Indonesia Negara ke-6 dengan Kepunahan Biodiversitas Tertinggi

Kompas.com - 28/08/2019, 08:09 WIB
Ilustrasi kepunahan massal Science Photo LibraryIlustrasi kepunahan massal

KOMPAS.com - Kekayaan biodiversitas Indonesia tak perlu diragukan lagi. Jika hanya menghitung biodiversitas di daratan, Indonesia nomor dua setelah Brazil. Namun, jika disatukan dengan biodiversitas lautan, maka Indonesia menjadi negara nomor satu terkaya di dunia.

Sayangnya, Indonesia juga menjadi negara keenam dengan kepunahan bidoversitas alam terbanyak.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Hayati di LIPI, Prof Dr Enny Sudarmonowati.

Ditemui di Museum Zoologi Bogor, Selasa (27/8/2019); Enny menyampaikan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kepunahan biodiversitas Indonesia lebih lanjut.

Baca juga: Inilah Hewan yang Akan Kuasai Bumi Setelah Kepunahan Massal Berikutnya

Pertama adalah mengedukasi masyarakat. Hal ini telah menjadi target utama LIPI, khususnya mengenai hewan yang dilindungi dan hampir punah.

"Karena kalau (mengedukasi langsung) ke masyarakat akan lebih cepat terealisasikan, kalau hanya peneliti saja tidak akan selesai," ujar Enny.

Jika masyarakat secara umum telah mengetahui mana hewan yang dilindungi dan hampir punah, maka mereka pun diharapkan dapat terlibat dalam mencegah perburuan liar dan jual beli satwa ilegal.

Selain itu, LIPI juga berusaha untuk melakukan perkembangbiakan pada hewan, jika masih memungkinkan untuk dilakukan.

"Jika di alam sudah mulai sedikit, maka kita di laboratorium melakukan penelitian bagaimana caranya agar bisa memperbanyak hewan itu lagi," ujar Enny.

Baca juga: Kepunahan Serangga Liar Bahayakan Pasokan Pangan Dunia, Kok Bisa?

Namun, terkadang para peneliti juga terkendala untuk melakukan pengembangbiakan karena adanya aturan yang melarang satwa dilindungi untuk diteliti atau dikembangbiakan.

Peraturan-peraturan semacam ini, menurut Enny, harus diperbaharui agar sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.

Selain itu, mempercepat pendataan fauna Indonesia juga akan membantu para peneliti dan pemerintah mengetahui kekayaan biodiversitas Indonesia dan status masing-masing spesies agar bisa dicarikan solusinya.

Untuk saat ini, data fauna LIPI masih tergolong sedikit, terutama serangga yang baru tercatat 15 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X