Kompas.com - 23/05/2019, 17:35 WIB
Sarang lebah. ShutterstockSarang lebah.

KOMPAS.com - Berkurangnya jumlah dan menghilangnya lebah, serangga liar, dan serangga lain yang membantu penyebaran serbuk sari akan memiliki konsekuensi serius bagi umat manusia dan pasokan pangan global, demikian peringatan yang dikeluarkan oleh PBB hari Senin (20/05/2019).

"Keberadaan lebah mendukung 170.000 spesies tanaman yang pada gilirannya mendukung lebih dari 200.000 spesies hewan," ujar Ketua Dewan Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa, dalam menyambut Hari Lebah Dunia.

"Lebah bertanggung jawab kurang lebih terhadap sepertiga hampir dari keseluruhan bahan pangan yang dihasilkan (termasuk tomat, kopi, apel, buah badam, kakao, dan berbagai tanaman yang dapat digunakan untuk produksi obat-obatan)," imbuhnya.

Baca juga: Hari Lebah Sedunia, Serangga Kecil Penopang Ketahanan Pangan Dunia

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia PBB (FAO) mengatakan serangga yang bertanggung jawab untuk menyebar serbuk sari, termasuk lebah, keberadaannya terancam jumlahnya secara global terutama karena aktivitas manusia.

Selain itu, faktor seperti pemanasan global, hilangnya habitat, dan terlalu banyak penggunaan pestisida juga mempengaruhi.

Hewan yang bertanggung jawab untuk menyebarkan serbuk sari yang populasinya juga terancam termasuk di antaranya kupu-kupu, burung kolibri, kelelawar dan kera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serbuk sari tersebar dari tanaman yang memiliki kemampuan untuk penyerbukan sendiri saat serangga dan primata berpindah dari satu pohon ke pohon atau di antara semak.

"Upaya mendesak dan dengan kisaran yang luas dibutuhkan untuk melindungi lebah di habitat alam liar, ladang pertanian, dan lingkungan perkotaan," ujar Deputi Sekretaris Jenderal Amina Mohammed.

Para pakar mengatakan perlindungan habitat lebah jadi kuncinya.

Mereka merekomendasikan warga untuk menanam berbagai bunga yang ramah lebah dan menempatkan batang kayu berongga atau cabang pohon di lahan milik mereka, yang menyebutnya tampat ideal untuk serangga yang bertanggung jawab untuk penyerbukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.