Kompas.com - 17/06/2019, 20:08 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, Bumi tengah mengalami ancaman perubahan iklim dan pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon secara signifikan akibat aktivitas manusia.

Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan kondisi ini dapat memicu perubahan habitat secara besar-besaran, dan mengancam kelestarian berbagai spesies makhluk hidup, baik di daratan maupun lautan. Skenario terburuk adalah terjadinya kepunahan massal yang dapat melenyapkan sebagian besar makhluk hidup yang masih eksis hingga saat ini.

Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, maka Bumi hanya akan ditempati oleh beberapa spesies saja yang mampu bertahan menghadapi fenomena tersebut.

Salah satu hewan yang diprediksi mampu selamat dari kepunahan adalah cumi-cumi. Hal ini disimpulkan berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Conservation Physiology.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies, James Cook University ini mengungkap bahwa cumi-cumi mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem di mana terjadi keterbatasan oksigen dan peningkatan keasaman lautan.

Baca juga: Gigi Cumi-cumi Bisa Dijadikan Bioplastik hingga Pakaian Pintar

Semula, para peneliti memperkirakan bahwa cumi-cumi akan kesulitan untuk bertahan, karena gaya renangnya membutuhkan suplai oksigen dalam jumlah banyak dan konstan. Para peneliti juga semula menduga bahwa cumi-cumi akan kesulitan bergerak di bawah kondisi kadar CO2 yang tinggi, yang menyebabkan peningkatan tingkat keasaman lautan.

Hal ini sesuai dengan kondisi lautan saat ini, yang mengalami peningkatan keasaman akibat kenaikan konsentrasi CO2 di atmosfer, yang mencapai 400 ppm saat ini. Diperkirakan kondisi ini akan terus mengalami kenaikan hingga 900 ppm di akhir abad 21 jika tidak ada upaya untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Namun, ternyata kenyataannya berkata lain. Cumi-cumi justru dapat beradaptasi dengan baik dalam kondisi mengancam tersebut.

“Kami menemukan bahwa performa metabolisme aerobik dan tingkat pemulihan pasca aktivitas berat dari dua spesies cumi-cumi tropis tidak terpengaruh oleh peningkatan kadar CO2 yang sangat tinggi,” ungkap Dr. Blake Spady, peneliti dari James Cook University yang terlibat dalam studi, dilansir dari Science Daily.

Kedua spesies cumi-cumi ini adalah cumi-cumi pygmi dua warna (Idiosepius pygmaeus) dan cumi-cumi pantai sirip besar (Sepioteuthis lessoniana).

Baca juga: Bisa Melipat dan Memuntir Tentakel, Apakah Cumi-Cumi Ini Spesies Baru?

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.