Melihat Potensi Energi Nuklir Sebagai Energi Terbarukan Indonesia

Kompas.com - 23/08/2019, 18:07 WIB
Pakar Fisika Nuklir dan Partikel UI, Terry Mart, terima penghargaan LIPI Sarwono Award, Kamis (22/8/2019). Pakar Fisika Nuklir dan Partikel UI, Terry Mart, terima penghargaan LIPI Sarwono Award, Kamis (22/8/2019).

KOMPAS.com- Nuklir. Bila mendengar kata itu, sebagian besar masyarakat Indonesia akan langsung membayangkan bom dan senjata, serta dampaknya yang begitu mengerikan.

Namun, pakar fisika nuklir dan partikel, Prof Dr Terry Mart, menyatakan bahwa energi nuklir berpotensi sebagai energi terbarukan di Indonesia.

Jika dibilang berbahaya, Terry berpendapat bahwa semua hal juga bisa jadi berbahaya.

Sebagai contoh adalah pesawat. Saat lepas landas, pesawat membawa bahan bakar minyak (BBM) yang jika meledak, akan berdampak tidak hanya pesawat itu saja, melainkan juga ke wilayah sekitarnya. Namun, nyatanya sulit untuk menghindari pesawat karena telah menjadi kebutuhan.

"Sama halnya dengan nuklir, oke selagi ada yang lebih baik dan masih ada yang membuat masyarakat Indonesia merasa aman, bisa tidak menggunakan nuklir ini," kata Terry.

"Namun, bisa dikatakan energi nuklir inikan alternatif terakhir, kecuali kalau masyarakat memang masih merasa aman membakar karbon (untuk energi) sih ya silahkan," imbuh Terry.

Baca juga: Demi Kurangi Emisi Karbon, Jepang Perbanyak Penggunaan Energi Nuklir

Risiko energi nuklir

Terry mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesar masyarakat Indonesia perihal energi nuklir ini ialah kondisi Indonesia sendiri, yang kerap mengalami gempa dan tsunami.

Namun, dia mengatakan, kalau khawatir risiko gempa dan tsunami, kan bisa dibuat di tempat yang tidak berpotensi gempa.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X