Spesialnya Ambon dan Papua, Punya Pola Hujan Sendiri

Kompas.com - 22/08/2019, 09:05 WIB
Tipe Pola Hujan di Indonesia BMKGTipe Pola Hujan di Indonesia

KOMPAS.com- Ambon turun hujan, meski Indonesia masih dalam periode musim kemarau dan kekeringan panjang. Menurut BMKG, Ambon memang sedang berada di puncak hujan.

Indonesia merupakan wilayah yang unik karena terbagi menjadi dua wilayah Lintang Utara dan Lintang Selatan oleh adanya garis khatulistiwa.

Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi, menjelaskan bahwa wilayah yang dekat khatulistiwa atau ekuator mengalami curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Wilayah-wilayah ini tidak mengenal musim hujan dan musim kemarau.

"Artinya, mau ini bulan apapun memang (daerah dekat ekuator) curah hujannya tinggi terus," kata Adi.

Adapun daerah Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan disebut dengan tipe monsunal yang artinya mengalami perbedaan musim kemarau dan musim hujan yang jelas.

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama, Harap Waspada Kekeringan

Musim hujan di Indonesia secara klimatologis terjadi pada bulan Oktober hingga April, sedangkan bulan Mei hingga September adalah musim kemarau.

Sementara itu, wilayah Ambon dan sebagian pulau Maluku, serta Papua justru mengalami hujan intens pada Juni, Juli dan Agustus. Ini karena wilayah-wilayah tersebut memang punya pola hujan sendiri, seperti yang terlihat pada peta di atas.

Sebaliknya pada bulan Oktober hingga Desember; daerah-daerah tersebut akan mengalami curah hujan yang rendah dan pada Januari, curah hujannya bahkan bisa lebih rendah lagi.

"Padahal kita kalau di Pulau Jawa sedang banjir-banjirnya, tapi di wilayah tersebut curah hujannya rendah," ujar Adi.

Baca juga: BMKG Jelaskan Penyebab Musim Hujan 2019/2020 di Indonesia Terlambat

Perbedaan pola hujan ini karena pengaruh dari angin laut China Selatan.

"Wilayah Jawa itu jelas dilewati angin barat dan angin timur, kalau untuk wilayah Ambon dan sekitar Sulawesi Utara itu berpengaruhnya dari angin laut China Selatan," jelas Adi.

Pada bulan Agustus seperti sekarang, angin laut China Selatan masih mendukung penguapan dan pembentukan awan hingga menjadi hujan.

"Justru musim hujannya daerah tersebut terjadi di bulan sekarang, berbeda dengan wilayah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang dapat pengaruh dari angin Asia dan Australia," imbuh Adi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X