Kompas.com - 19/08/2019, 12:08 WIB
Menjelang pelepasliaran Bagus dan Bagas Ellyvon Pranita/Kompas.comMenjelang pelepasliaran Bagus dan Bagas

KOMPAS.com - Tampak dari pinggir Pulau Kotok, Kepulauan Seribu; Bagus dan Bagas yang merupakan sepasang elang bondol terbang berkeliling di dalam kandang raksasanya. Kandang tersebut telah ditarik ke tengah laut untuk melepasliarkan keduanya.

Ketika pintu sangkar raksasa itu dibuka, Bagus dan Bagas terlihat masih "malu-malu" untuk keluar. Namun, tak lama kemudian mereka akhirnya terbang bebas di atas lautan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Semua pengunjung yang datang, seperti Pjs General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III, Dwi Muhammad Abdu; Perwakilan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Diki; serta Pemilik Pulau Kotok, Kiki; dan duta elang bondol ikut menyaksikan keduanya kembali ke habibatnya.

Bagus merupakan elang bondol betina yang ditemukan di Provinsi Jawa Tengah dalam kondisi tidak sehat. Pada saat itu, lulit kakinya terkena bubble foot atau pembengkakan kaki, dan kemampuan terbangnya pun menurun.

Baca juga: Upaya Pelestarian, Ini Tahap Rehabilitasi Elang Bondol di DKI Jakarta

Bagus pun dibawa ke Pusat Konservasi Elang Bondol di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu untuk mendapat perawatan kesehatan dan rehabilitasi.

Setelah dinilai sehat dan mampu bertahan hidup, Bagus kini dilepasliarkan bersama Bagas, elang bondol jantan yang telah lebih dulu dipusat rehabilitasi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, Pulau Kotok merupakan salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu, yang berada di paling utara dari Jakarta. Pulau ini menjadi satu-satunya tempat penangkaran elang bondol dan elang laut di Indonesia, yang bertujuan untuk pelepasliaran ke habitat aslinya.

Elang bondol di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu Elang bondol di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu

Menurut Ketua Jakarta Aid Animal Network (JAAN), Benvika, di sela kegiatan Pertamina Sahabat Semata yang digelar hari ini di Pulau Kotok, Minggu (18/08); setiap tahun populasi Elang Bondol kian menurun karena eksploitasi elang untuk dijadikan hewan peliharaan pribadi.

"Eksploitasi ini sering terjadi karena elang memiliki kepintaran yang tinggi dan mudah dilatih," katanya.

Melihat populasinya yang kian sedikit, sejak tahun 2017 Pertamina MOR III turut mendukung program pelestarian Elang Bondol di Pulau Kotok tersebut, dengan menggandeng JAAN dan BKSDA DKI Jakarta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

Oh Begitu
Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Fenomena
Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Oh Begitu
Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Oh Begitu
Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.