Upaya Pelestarian, Ini Tahap Rehabilitasi Elang Bondol di DKI Jakarta

Kompas.com - 18/08/2019, 21:00 WIB
Elang bondol di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu Elang bondol di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu

KOMPAS.com - Elang merupakan salah satu jenis hewan yang hampir punah yang dilindungi. Kendati demikian masih tetap banyak perburuan dan pemeliharaan secara ilegal terhadap hewan ini.

Akhirnya berbagi risiko terjadi pada elang. Selain kodisi fisik yang 'cacat', hewan ini juga bisa mengalami kehilangan insting hidup di alam bebas.

Menyadari hal tersebut, lembaga Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melakukan konservasi elang bondol sejak tahun 2005, di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Mereka telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta dan PT Pertamina (persero).

Baca juga: Menjelajah Pulau Kotok, Pusat Rehabilitasi Elang Bondol

Proses rehabitasi

Berbagai proses rehabilitasi elang dilakukan di Pulau Kotok ini. Pada dasarnya menurut Ketua JAAN, Benvika, mengatakan bahwa untuk melakuakn rehabitasi terhadap elang memang dibutuhkan tahap yang berjangka.

"Untuk rehabitasi terhadap elang itu sendiri, selain tahapannya berjangka, waktunya pulihnya juga tergantung kondisi elangnya itu sendiri. Seringnya hingga berbulan-bulan baru nalurinya kembali lagi," ujar pemuda yang akrab disapa Ben itu.

Tahap pertama

Dalam fase ini, setelah elang yang disita oleh BKSDA dikirim ke pusat rehabilitasi elang di Pulau Kotok. JAAN akan mengidentifikasi luka fisik dan potensi elang tersebut untuk di kembalikan ke alam bebas.

Jika elang tersebut mengalami cacat fisik yang serius. Maka elang-elang yang cacat serius akan di masukkan ke dalam satu kandang dengan nama sanctuary.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X