Kompas.com - 16/08/2019, 20:33 WIB
Ekslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker. KOMPAS TVEkslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker.
  • Fase 1

Jumlah sampel yang diberi perlakukan masih dalam skala kecil, tapi lebih banyak dibandingkan fase sebelumnya, yaitu 20-50 orang dengan banyak tipe kanker.

Fase ini bertujuan menemukan efek samping dan reaksi obat dalam tubuh.

  • Fase 2

Jumlah partisipan dalam skala sedang, dengan total puluhan orang hingga lebih dari 100 orang.

Uji klinis fase ini dilakukan untuk satu atau dua tipe kanker, terkadang bisa lebih.

Tujuan dari fase ini yaitu menemukan efek samping dan keefektifan terapi bekerja.

Baca selengkapnya: Untuk Jadi Obat Kanker, Akar Bajakah Harus Melewati Fase-fase Ini

  • Fase 3

Fase ini melibatkan ratusan hingga ribuan orang, di mana hanya ada satu tipe kanker, atau bisa lebih.

Tujuannya, membandingkan terapi terbaru dengan terapi standar yang biasanya dilakukan.

  • Fase 4

Partisipan pada fase ini berukuran medium atau besar, dengan satu tipe kanker atau bisa lebih.

Fase empat mempunyai tujuan untuk manfaat jangka panjang dan efek samping dari terapi yang baru.

3. Tindak lanjut

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati mengatakan, harus ada tindak lanjut pemerintah setempat terhadap tanaman bajakah ini.

Memastikan jumlah populasi tanaman ini di habitatnya menjadi salah satu hal penting yang harus segera dilakukan.

Hal itu dilakukan lantaran tidak diketahui secara persis jumlah populasinya.

Selain itu, melindungi tanaman yang masuk kategori langka dan melestarikan tanaman ini juga mesti mendapat perhatian.

Baca selengkapnya: Diklaim Ampuh Sembuhkan Kanker, Apa Kandungan Tanaman Bajakah?

4. Pengujian lebih lanjut

Ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum menyampaikan, penemuan obat kanker yang diteliti siswa SMA masih sangat memerlukan pembuktian dalam bidang kedokteran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.