Dermatitis Atopik Memang Tidak Bisa Disembuhkan, tetapi Masih Bisa Dikontrol

Kompas.com - 16/08/2019, 09:37 WIB
Ilustrasi dermatitis atopik Ilustrasi dermatitis atopik

KOMPAS.com - Pernahkah anda mendengar jika Anda atau anak terkena Dermatitis Atopik (DA), maka harus mandi air panas, minum darah ular, memakai pakaian tebal dan pantang terhadap makanan tertentu?

Ternyata semua hal di atas hanyalah mitos. Lantas, beginilah gejala DA dan cara mengontrolnya, menurut dokter spesialis kulit, CEO Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko SpKK FINDV.

DA merupakan kelainan kulit atau eksim yang sering terjadi pada bayi, anak dan orang dewasa bahkan manula (geriatri). Gejala yang terjadi juga beragam, mulai dari keluhan gatal yang luar biasa, bersifat kronik atau berlangsung lama dan berulang, serta kelainan kulit atau eksim pada area tertentu.

Berikut tiga fase klinis DA:

Baca juga: Awas, Dermatitis Atopik pada Anak Efeknya Bisa Seumur Hidup

Fase infantil (bayi)
Biasanya, pada fase ini bayi akan mengalami bruntus kemerahan di pipi dan kulit kepala. Setelahnya bisa mengalami bercak yang (mungkin) juga basah, karena ada pengeluaran cairan kulit.

Lokasi yang seringkali menandakan DA dan harus segera diwaspai pada bayi adalah jika gejala tersebut muncul pada bagian wajah, siku, lutut dan kulit kepala.

Fase anak
Pada fase ini yang terjadi pada anak ialah bruntus kemerahan disertai sisik halus, yang bisa berlangsung lama atau menahun.

Nah, lokasi yang rentan mengalami gejala DA pada anak ini adalah di sekitar, lipat siku, lipat lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Fase dewasa
Tubuh sering mengalami penebalan kulit dan bercak kehitaman. Hal ini karena kebiasaan menggaruk bagian kulit yang gatal, sehingga terjadi penebalan dan perubahan warna menjadi gelap pada bagian tersebut.

Biasanya, pengindap DA juga akan mengalami gejala di atas pada beberapa bagian tubuh, seperti sekitar puting susu, tangan, kaki, punggung, dada, dahi, sekitar mata dan bibir, leher, lutut dan siku.

Baca juga: Gatal dan Kulit Kering? Bisa Jadi Pertanda Dermatitis Atopik

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X