Kompas.com - 14/08/2019, 19:02 WIB

Cara pengobatan untuk kasus seperti ini pun bukan dengan cotton bud atau terapi lilin dan minyak, tapi harus periksa ke dokter.

Kasus seperti Jasmine dan pria Inggris itu mungkin termasuk kasus langka.

Namun, kasus yang lebih sering terjadi adalah cotton bud dapat menusuk gendang telinga, selaput tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah internal.

Meski gendang telinga pecah dapat sembuh sendiri, cedera yang lebih parah dapat menyebabkan beberapa gangguan pendengaran permanen.

Menurut penelitian tahun 2017, anak-anak paling berisiko mengalami luka di telinga karena kapas. Rata-rata 12.000 kasus seperti itu terjadi setiap tahun.

Baca juga: World Hearing Day 2019, 3 Gangguan Telinga yang Paling Sering Dialami

"Saya sekarang mencoba memperingatkan semua orang tentang bahaya penyalahgunaan cotton buds," tulis Jasmine.

"Telinga kita adalah bagian tubuh kita yang sensitif dan sensitif dan perlu dirawat dengan hati-hati," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.