Kompas.com - 14/08/2019, 17:32 WIB

"Kedokteran melandaskan ilmunya dengan evidence based. Artinya, klaim-klaim kebenaran haru melalui uji, pembuktian, sesuai kaidah metodologi ilmiah. Jumlah subjek, sampel, dihitung sesuai jenis studinya," ujar Tan.

"Jadi enggak bisa satu orang dijadikan landasan klaim "keberhasilan" tindakan atau pengobatan," tegas dia.

Dalam EBM, ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan.

Dimulai dengan tahap percobaan pada hewan hingga fase akhir berupa praktik langsung untuk melihat dampak uji coba jangka panjang.

"Evidence based medicine juga punya hierarki. Tidak semua jenis studi punya nilai sama. Jadi, pendapat pakar saja itu sangat lemah," ungkap Tan.

Tan berkata, testimonial adalah suatu kesaksian berdasarkan pengalaman individu.

Oleh sebab itu, Tan mengatakan testimonial sangat ringkih dan tidak bisa dipertanggungjawabkan untuk dianggap bisa mewakili semua populasi.

"Pengalaman itu bias sekali. Apa yang baik dan benar bagi satu orang, belum tentu baik dan benar bagi orang lain," jelas Tan.

"Soal kanker, lebih ngeri lagi. Iya kalo itu kanker, kalau cuma abses biasa? Tidak pernah ada sejarah kedokteran membuktikan kanker payudara stadium empat bisa bertahan sampai dengan seperti kesaksian keluarga yang 'minum air seduhan bajakah'," tutp Tan.

Dalam artikel berjudul Siswi SMA di Kalteng Temukan Penyembuh Kanker? Ini Tanggapan Ahli, Aru menegaskan bahwa memang ada banyak sekali obat kanker yang berasal dari tanaman herbal khas Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.