Kompas.com - 14/08/2019, 13:07 WIB
Ratusan tusuk sate lipan siap dikeringkan oleh seorang pekerja di Dusun Belimbing Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai Sumatera Utara, Senin (13/8/2019). Permintaan lipan kering awalnya dimulai dari Surabaya dan kini menembus pasar Vietnam. KOMPAS.com/DewantoroRatusan tusuk sate lipan siap dikeringkan oleh seorang pekerja di Dusun Belimbing Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai Sumatera Utara, Senin (13/8/2019). Permintaan lipan kering awalnya dimulai dari Surabaya dan kini menembus pasar Vietnam.

"Lipan tidak memiliki habitat spesifik karena dia toleran dengan berbagai tipe habitat, meski ada beberapa spesies yang spesifik," kata Cahyo.

Cahyo melanjutkan, warga Sumatera Utara baik di Kabupaten Asahan, Batubara, dan Serdang Bedagai bisa menemukan banyak lipan di perkebunan kelapa sawit.

Lipan-lipan itu biasa bersembunyi di pangkal pelepah, pangkal pohon, dan juga tumpukan pelepah sawit yang sudah kering.

Selain itu, pohon sawit dengan banyak lipan umumnya yang sudah tua dan tinggi pohon lebh dari enam meter.

"Berdasar informasi pengumpul lipan dan juga petugas keamanan PT Gunung Melayu, lipan lebih banyak ditemukan di area kebun yang bersih tanpa ada rumput di lantai kebun," imbuh Cahyo.

Untuk beberapa tempat di Jawa Timur, lipan banyak ditemukan di lantai hutan jati.

Baca juga: Nekat Konsumsi Lipan Mentah, Ibu dan Anak Ini Tertular Parasit

Lipan sebagai makanan masa depan

Cahyo mengatakan, saat ini LIPI sedang melakukan kajian terkait kandungan-kandungan yang ada di dalam lipan.

"Kami belum tahu pasti karena saat ini masih dalam proses penelitian," ujar Cahyo.

Meski begitu, Cahyo sepakat bahwa kelompok arthropoda seperti lipan dapat dijadikan alternatif makanan di masa depan.

"Lipan memang dapat menjadi alternatif makanan seperti belalang di Gunung Kidul. Di China, Vietnam, dan negara lain sudah ada yang memanfaatkan lipan untuk makanan," terang dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.