Rayakan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik, Pesantren Ini Malah Menyesal

Kompas.com - 13/08/2019, 16:22 WIB
Seorang calon pembeli mencermati besek bambu yang dijual di sebuah kios di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2019). Sejumlah pedagang mulai  menjual besek yang terbuat dari bambu untuk membungkus daging kurban saat Idul Adha.ANTARA FOTO/ADNAN NANDA Seorang calon pembeli mencermati besek bambu yang dijual di sebuah kios di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2019). Sejumlah pedagang mulai menjual besek yang terbuat dari bambu untuk membungkus daging kurban saat Idul Adha.

KOMPAS.com - Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk Idul Adha tahun ini, Pesantren Al-Muta'allimin di Jalan Kemandoran Pluis, Jakarta Selatan, memutuskan untuk tidak menggunakan kantong plastik.

Hal itu mereka lakukan karena mengikuti imbauan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang sejalan dengan kampanye "Rayakan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik" dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Namun, pengasuh pondok Pesantren Al-Muta'allimin, Muhammad Faisol, mengaku malah menyesal telah menggunakan besek dan tahun depan akan kembali menggunakan kantong plastik.

"Tahun ini iya karena sudah lewat ya sudah, tetapi tahun depan akan berpikir-pikir lagi, kemungkinan besar kembali pakai kantong plastik yang murah biayanya," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Pesantren Al-Muta'allimin, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Kampanye Idul Adha Tanpa Plastik, Ternyata Banyak yang Tidak Tahu

"Ide ini sebenarnya bagus untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah. Tapi tidak efektif dan solusinya kurang realistis," kata Faisol lagi.

Dia mengeluhkan harga besek (wadah dari anyaman bambu) untuk daging kurban yang jauh lebih besar daripada menggunakan kantong plastik.

Pihak panitia kurban membeli persiapan wadah bambu (besek) sekitar 900 buah. Harga per 100 buah wadah tersebut dibanderol Rp 150.000. Bila ditotal, biayanya mencapai Rp 1.350.000 untuk besek saja.

Belum cukup disitu, mereka juga masih perlu membeli daun pisang untuk menjaga agar daging kurban tidak jatuh dari besek.

"Kalau tidak pakai daun pisang, ya dagingnya bakal jatuh. Daun pisang itu enggak dikasih tapi beli, meski aku lupa harganya. Tapi yang jelas pengeluaran duitnya nambah lagi," jelas Faisol.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X