Kampanye Idul Adha Tanpa Plastik, Ternyata Banyak yang Tidak Tahu

Kompas.com - 13/08/2019, 12:37 WIB
Petugas panitia hewan kurban memasukkan daging sapi ke dalam bongsang atau keranjang bambu di Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019). Sebanyak 500 bongsang digunakan untuk membungkus daging sapi kurban yang akan dibagikan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat mencemari lingkungan. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHPetugas panitia hewan kurban memasukkan daging sapi ke dalam bongsang atau keranjang bambu di Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019). Sebanyak 500 bongsang digunakan untuk membungkus daging sapi kurban yang akan dibagikan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat mencemari lingkungan.

KOMPAS.com - Walaupun sudah dimulai sejak 2016, rupanya kampanye "Rayakan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik" yang digalakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan masih belum dikenal oleh masyarakat luas.

Pada Selasa (13/8/2019), wartawan Kompas.com melakukan wawancara dengan 10 warga di sekitar kantor perihal imbauan ini. Mayoritas warga tidak mengetahui adanya imbauan tersebut.

Salah seorang ibu rumah tangga bernama Ika yang tinggal di Gang Gelora IX, Gelora, Jakarta Pusat, misalnya.

Dia mengatakan, saya mah enggak tahu kalau ada imbauan begitu. Tapi kayaknya di gang sini memang enggak ada itu imbauan tanpa plastik-plastik begitu Idul Adha kemarin.

Baca juga: Menimbang Sampah Plastik yang Ditimbulkan dari Minuman Kekinian

Menurut pengakuan Ika, warga di gangnya tetap mendapatkan daging kurban dalam bungkus plastik. "Ya kami mah dapat daging kurban kemarin mah tetap dalam kresek ( kantong plastik)," ujarnya.

Tidak hanya Ika; ibu rumah tangga dari Gang Asmat dan juga warga RT 9, Kelurahan Grogol Utara, Jakarta Selatan, Sri dan Dedah, juga menyatakan hal serupa.

"Enggak ada. Sosialisasi untuk enggak pake plastik waktu lebaran kurban kemarin mah (enggak ada). Kami saja dapat (daging) kurban tetap pake plastik juga, kalo gak plastik warna putih ya plastik warna merah," kata Sri.

Baca juga: Kata Ahli, Kemasan Plastik Masih Diperlukan untuk Lindungi Lingkungan

"Malahan kalo pake wadah besek (wadah dari bambu) itu lebih enak sih sebenarnya. Tapi ya kami dapat dagingnya dalam plastik, mau diapakan lagi," imbuh Dedah.

Namun, ternyata lain ceritanya dengan warga di sekitaran Pesantren Al-Mutaállimin, jalan Kemandoran Pluis, Jakarta Selatan. Pesantren tersebut mengikuti imbauan KLHK dan membagikan daging kurban dalam besek.

Siti Marlia dan Lela adalah dua di antara warga sekitar pesantren yang beruntung mendapatkan daging kurban dalam besek.

Lela berkata bahwa pembagian daging kurban dengan memakai besek baru kali ini terjadi di daerah tersebut. "Ini baru pertama kali sih kayaknya, pakai bambu begituan. Sebelum-sebelumnya masih pakai plastik juga," ujarnya.

Baca juga: Tak Cuma Hewan Laut, Rusa Jepang Juga Mati dengan 3,2 Kg Plastik di Perut

Meski demikian, Lela dan Siti pun mengakui bahwa area mereka mungkin adalah satu-satunya yang tidak membagikan daging kurban dalam kantung plastik di daerah Kemandoran Pluis.

Siti mengatakan, kayaknya sih cuma dari pesantren ini aja yang pake bambu begitu. Soalnya di gang-gang sebelah dekat sini, masih pada pake plastik semua kata teman-teman saya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X