Bule Basuh Pantat Pakai Air Suci Bali, Psikolog Nilai Tak Masalah Mereka Dipulangkan

Kompas.com - 13/08/2019, 13:30 WIB
Turis Bali melecehkan tempat suci di Bali.Screenshot Facebook Turis Bali melecehkan tempat suci di Bali.

Meski sanksi adat sudah diputuskan dan akan diancam secara hukum dengan UU ITE, banyak warganet yang meminta agar kedua bule tersebut dipulangkan ke negara asalnya.

Berkaitan dengan permintaan warganet ini, psikolog sosial dari Solo Hening Widyastuti mengatakan, sebaiknya memang perlu ada tindakan tegas untuk shock therapy, agar para wisatawan sadar tidak bisa main-main dan suatu saat nanti tidak lagi ada kejadian serupa.

Perlu diingat, perilaku tidak menghargai budaya dan adat istiadat suatu daerah, tidak hanya dilakukan bule kali ini saja.

"Kalau hukum adat kembali ke kebijaksaan masyarakat setempat. Kalau saya pribadi, kasusnya personal, jadi menurut saya enggak masalah (bule dipulangkan dan dihukum adat), karena memang posisinya mereka salah dan orang lain pun tahu itu salah. Dengan catatan, Indonesia enggak takut," ujar Hening kepada Kompas.com, Senin (12/8/2019).

Menurut Hening, perilaku seperti ini sudah sangat kurang ajar. Dan budaya maupun adat istiadat manapun di ujung dunia, pasti tidak akan terima jika ada orang yang berperilaku tidak sopan.

Dari sisi perilaku, hal ini salah dan tidak bisa ditoleransi lagi.

Baca juga: Viral Bule Cuci Alat Vital Pakai Air Suci Bali, Psikolog Nilai Kita Terlalu Lunak

"Untuk itu bagi masyarakat asli, nilai-nilai kesakralan perlu dihidupkan kembali dengan konsekuensi yang lugas dan harus diterapkan bagi mereka (bule dan perekam)," ujar Hening.

Selain itu, pemerintahan pariwisata Bali juga harus berani memulangkan wisatawan yang tidak bisa menjaga sopan santun. Hening mengulangi, hal ini untuk shock therapy agar calon-calon wisatawan asing yang memiliki niat iseng paham bahwa niatan itu salah.

"Satu sisi kita lunak, tapi dalam hal-hal yang memang harus dihargai, (harus tunjukkan) bule tidak bisa main-main dengan Bali dan Indonesia," tegas Hening.

Berkaitan dengan air suci yang digunakan wisatawan untuk tindakan kurang senonoh tersebut, Arya menjelaskan air tersebut merupakan air yang disucikan oleh masyarakat Hindu.

Air suci berfungsi untuk media yang digunakan saat upacara. Selain itu, umat juga diperbolehkan mengambil termasuk untuk tujuan kesehatan.

 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X